Mayat Fitri ditemukan dalam kondisi tergantung di rumahnya, di lingkungan Campagayya, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Gowa, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Warga geger karena korban ditemukan dalam kondisi tergantung, Jumat (10/11/2017) siang tadi.
Mayat Fitri ditemukan dalam kondisi tergantung di rumahnya, di lingkungan Campagayya, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Gowa, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Warga geger karena korban ditemukan dalam kondisi tergantung, Jumat (10/11/2017) siang tadi.

KORANSERUYA.COM–Sungguh tragis nasib dialam, Fitri. Ibu muda ini, warga lingkungan Campagayya, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Gowa, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Warga geger karena korban ditemukan dalam kondisi tergantung, Jumat (10/11/2017) siang tadi.

Kayla, anak korban yang baru berusia sekitar 2 tahun, menangis melihat ibunya dalam kondisi tergantung, dalam rumahnya. Tangisan Kayla didengar tetangganya dan mengundang perhatian tetangga, apalagi dia memanggil-manggil ibunya.

Salah seorang tetangga korban, Ani melihat Kayla menangis. Dia mendatangi rumah korban. Nah, saat berada di depan pintu rumah korban, Ani kaget melihat Fitri dalam kondisi tergantung. Lehernya terikat seutas tali dan tidak bergerak.

Ani kemudian berteriak meminta tolong. Dia juga memanggil warga lainnya, termasuk ipar korban bernama Sari. Selanjutnya, kasus gantung diri menewaskan Fitri ini dilaporkan ke polisi.

“Dia (Fitri) sudah dalam kondisi meninggal dunia saat ditemukan,” ujar Kasubag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan.

Sejauh ini, polisi masih mendalami motif dibalik dugaan korban tewas gantung diri.

Keluarga korban sangat terpukul atas tewasnya Fitri secara mengenaskan. Sebab, selain korban memiliki anak yang baru berusia 2 tahun, korban juga dalam keadaan hamil muda.

“Iparku ini lagi hamil, baru sekitar 3 bulan,” ujarĀ  salah seorang keluarga korban. (*/cbd)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × 3 =