Nampak senyum bahagia Mahasiswi UNCP yang di wisuda.
Topik Populer
#Gempa Palu

PALOPO –Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) melaksanakan rapat senat terbuka dalam rangka wisuda sarjana periode I tahun 2018 di gedung Merdeka Convention Hall (MCH) Palopo, Kamis (1/3/18). Pada Wisuda kali ini, sebanyak 186 sarjana yang di wisuda.

Rapat Senat Terbuka UNCP tersebut dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-51. Pada kesempatan itu Rektor Universitas Cokroaminoto Palopo, Prof Hanafie Mahtika menyampaikan, dari 186 sarjana yang di wisuda terdiri dari Sarjana Pendidikan sebanyak 92 orang, Sarjana Pertanian sebanyak 24 orang, Sarjana Komputer sebanyak 62 orang dan Sarjana Sains sebanyak 8 orang.

” Dari 186 orang ini, rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang dicapai oleh para wisudawan/wisudawati yaitu 3,9 dan rata-rata masa studi yaitu 4 tahun 5 bulan,” ungkap Prof Hanafie Mahtika.

Prof Hanafie juga berharap para alumni ke depan dapat meniti kehidupan yang lebih baik dalam menerapkan basic ilmu yang mereka dapatkan selama masa kuliah. Pada kesempatan itu juga Prof Hanafie menyampaikan terimakasih atas kerjasama yang terjalin baik antara Civitas UNCP dengan Pemkot Palopo.

“Apa yang hari ini kita laksanakan, tidak luput dari kerjasama yang baik dengan pemerintah Kota Palopo yang telah berusaha memajukan dunia pendidikan, khususnya dalam wilayah Kota Palopo,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Guru besar Universitas Hasanuddin, Prof Burhanuddin Arafah membawakan orasi ilmiah yang bertemakan “Menata Bahasa dan Menguatkan Peran Sastra Untuk Membangun Karakter Pendidikan”,

Dalam orasinya, Prof Burhanuddin menyampaikan pembangunan karakter bangsa Indonesia oleh berbagai kalangan merupakan salah satu kunci untuk melepaskan diri dari berbagai krisis yang melilit bangsa dan negara Indonesia. Oleh sebab itu dari berbagai kegiatan yang membahas dan mewacanakan gerakan pembangunan karakter, terdapat sejumlah alternatif pemecahan yang ditawarkan untuk membangun kembali karakter bangsa Indonesia yang semakin terkikis.

“Salah satunya adalah peningkatan upaya pelaksanaan dan penerapan hukum yang lebih kuat, dengan penerapan tersebut dan dalam rangka pembangunan karakter bangsa diserahkan kepada institusi pendidikan,” Jelas Prof Burhanuddin.

Prof Burhanuddin juga berpesan agar para pengajar janganlah memberikan ilmu pengetahuan yang tidak di yakini kebenarannya. Termasuk penggunaan bahasa agar tertata baik dan jangan semena-mena karena bahasa harus sesuai dengan tata bahasa yang benar.

Mewakili Walikota Palopo, Staf Ahli bidang kemasyarakatan, Suyuti Yusuf , menyampaikan, pembangunan sektor pendidikan Kota Palopo saat ini terus berbenah, guna predikat kota pendidikan benar-benar terwujudkan.

” Pendidikan dapat menjadi berkah untuk diri pribadi maupun kepada masyarakat sekelilingnya, dan juga bermanfaat mengembangkan kepribadian dan merubah sudut pandang terhadap suatu hal ke arah yang lebih baik,” Ungkap Suyuti. (asm)