Tim medis UPTA JA merujuk salah seorang warga Palopo yang sakit ke rumah sakit setelah dilakukan tindakan medis pertama di rumah pasien. (ft/int)
Tim medis UPTA JA merujuk salah seorang warga Palopo yang sakit ke rumah sakit setelah dilakukan tindakan medis pertama di rumah pasien. (ft/int)

KORAN SeruYA–Inovasi Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo bidang kesehatan, UPTD Jemput Antar (JA) yang berada dibawah naungan Dinas Kesehatan Kota Palopo, tanggal 9 Maret 2017, hari ini, genap berusia 2 tahun. UPTD JA yang berkantor di eks UGD RSUD Sawerigading Palopo, Jalan Manennungeng, Kota Palopo ini, telah 2 tahun melayani warga Palopo yang sakit secara door to door ke rumah pasien.

Kepala UPTD JA, dr Bakri, mengatakan, selama 2 tahun beroperasi melayani warga Kota Palopo, masyarakat sangat merespon positif kehadiran UPTD JA yang diprakarsai Wali Kota Palopo, HM Judas Amir. Bahkan, tahun 2017 ini, UPTD JA terpilih ke tingkat Nasional untuk lomba Inovasi bidang kesehatan.

“Saya kesyukuran, karena kehadiran UPTD JA ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kunjungan ke rumah warga yang sakit terus meningkat setiap hari,” kata dr Bakri.

Menurut dr Bakri, ada 2 faktor kehadiran UPTD JA sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pertama, faktor geografis. “Warga Palopo yang sakit di wilayah pelosok yang jauh dari Puskesmas dan Rumah Sakit sangat terbantu dengan UPTD JA. Dokter bersama paramedis bisa mendatangani rumah warga meski berada jauh di pelosok, meski hujan lebat di tengah malam,” ujar dr Bakri.

Faktor kedua, kehadiran UPTD JA sangat dirasakan manfaatnya bagi warga kurang mampu. Sebab, dokter bersama paramedis akan mendatangi rumah pasien berikut peralatan medis dan mobil ambulans. “Bayangkan saja, pasien kritis di tengah malam, sulit dibawah ke rumah sakit atau puskesmas karena kendala kendaraan, maka tim UPTD JA hadir sebagai solusinya. Ini sangat membantu masyarakat, terutama pasien kritis dari keluarga kurang mampu,” kata dr Bakri.

Inovasi bidang kesehatan yang diprakarsai Wali Kota Palopo ini, memiliki sistem kerja dimana warga menelpon ke call centre UPTD JA. Dalam hitungan menit, dokter bersama paramedis dan bidan langsung meluncur ke rumah pasien menumpangi ambulance.

Dokter setibanya di rumah pasien memberikan tindakan pertama kepada pasien. Jika kondisi pasien kritis, maka tim UPTD JA langsung merujuk pasien ke rumah sakit. Kalau kondisinya tidak terlalu gawat dari segi medis, maka tim UPTD JA merujuk ke puskesmas. “Tapi sebaliknya jika masih bisa dirawat inap di rumah, maka pasien dirawat di rumah dan dilayani paramedis sepenuh hati. Pelayanan ini semua gratis,” ujar dr Bakri.

Data UPTD JA, kunjungan tim medis UPTD JA ke rumah warga per harinya rata-rata 15 kunjungan. Ada 3 dokter siaga 1X24 jam di UPTD JA, termasuk 4 dokter lainnya siap membantu jika kondisi darurat terjadi di lapangan.

Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, saat berkunjung ke UPTD JA, tanggal 4 Maret lalu, mengatakan, kehadiran UPTD JA bagi masyarakat Kota Palopo, sebagai bentuk pelayanan terbaik pemerintah dalam bidang kesehatan. “Ini (UPTD JA) adalah bakti saya sebagai wali Kota kepada rakyat untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik dan paripurna,” kata Judas Amir.

Sementara itu, salah seorang petugas Satlantas Polres Palopo yang enggan dilansir identitasnya, mengapresiasi kehadiran UPTD JA. Sebab, kata dia, pihaknya di Satlantas sangat terbantu bila terjadi kecelakaan lalulintas di wilayah Palopo.

“Kami tidak kesulitan membawa korban lakalantas ke rumah sakit, apalagi korban tewas. Kami menelpon ke UPTD JA, maka mobil ambulance akan tiba di lokasi kejadian,” katanya. (cbd)