AKBP Dahfi

KORAN SERUYA — Sedikitnya 16 pemuda dari dua desa bertetangga di Kabupaten Luwu Utara yang terlibat perang Papporo, Senin sore tadi, berhasil diamankan aparat Polres Luwu Utara. Hingga malam ini mereka yang ditangkap sementara dimintai keterangannya di Mapolres Lutra.

” Mereka yang tertangkap ini ada yang pelaku tetapi ada juga yang masih sebatas saksi. Ini yang sementara kita dalami,” kata Kapolres Luwu Utara, AKBP Dahfi, saat dihubungi via ponselnya, baru-baru ini.

Sore tadi, puluhan pemuda dari Desa Dandang dan Desa Kampung Baru, Kecamatan Sabbang terlibat perang menggunakan senjata rakitan Papporo. Akibat pertikaian tersebut ruas jalan poros trans Sulawesi macet hingga sekitar satu jam.

Dahfi mengatakan, informasi awal menyebutkan ada korban jiwa dalam pertikaian tersebut. Namun, setelah dicek ke lokasi berita tersebut tidak benar. ” Tidak benar ada korban. Mereka perang dalam jarak yang cukup jauh. Setelah anggota tiba di lokasi, mereka langsung membubarkan diri,” katanya.
Dia mengatakan, setelah sampai di lokasi pihaknya menyisir dua desa tersebut dan menangkap belasan pemuda yang diduga turut terlibat. Hanya saja, senjata rakitan yang digunakan perang tidak ada yang disita. Kemungkinan, senjata itu dibuang saat melihat petugas tiba di TKP.

Dahfi mengatakan pemicu pertikaian tersebut sebenarnya adalah masalah sepele. Hanya ketersinggungan saja. Kedua desa itu dalam beberapa bulan terakhir memang kerap terlibat perang Papporo. (adn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × one =