Legislator Partai Demokrat DPRD Sulsel, Fadriaty Asmaun saat meninjau Jembatan Latuppa di Km 9 Latuppa, Kota Palopo, Selasa (6/3/2017).-- foto ist--
Legislator Partai Demokrat DPRD Sulsel, Fadriaty Asmaun saat meninjau Jembatan Latuppa di Km 9 Latuppa, Kota Palopo, Selasa (6/3/2017).-- foto ist--

KORAN SeruYA–Anggota DPRD Sulsel dari Luwu Raya, Fadriaty Asmaun mengaku sangat prihatin melihat Jembatan Latuppa di Km 9 Latuppa, Kota Palopo, yang nyaris ambruk akibat tiang penyanggah tengah bergeser sekitar 1 meter. Kondisi jembatan tersebut sangat berbahaya bagi pengendara, terutama roda empat.

Enceng, begitu Legislator Partai Demokrat di DPRD Sulsel ini, meninjau Jembatan Latuppa bersama dua legislator Sulsel asal Luwu Raya lainnya, yakni Wahyuddin Nur dan Hafid Pasiangan, Selasa (6/3/2017) pagi lalu.

Usai meninjau jembatan tersebut, Enceng kemudian mengadakan jumpa pers di Cafe News SeruYA didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Palopo dari Partai Demokrat, Islamuddin.

Menurut Enceng, sebenarnya poros Latuppa bukan merupakan tanggung jawab dan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, tapi sepenuhnya menjadi kewenangan Pemkot Palopo. Namun, kata dia, karena jembatan sangat vital menghubungkan Kabupaten Luwu dan Kota Palopo, maka pihaknya turun meninjau langsung untuk melihat dari dekat kondisi jembatan tersebut.

Dalam peninjauan tersebut, turut hadir tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palopo. “Sesuai penjelasan tim PU Palopo, jembatan tersebut membutuhkan dana Rp3 miliar untuk pembangunan jembatan beton, dan Rp3,5 miliar untuk pembangunan jembatan rangka baja,” kata Enceng.

Untuk bisa jembatan tersebut dibangun jembatan baru, Enceng mengaku sekembalinya ke Makassar akan menemui langsung Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. “Saya bersama teman-teman Anggota Dewan asal Luwu Raya akan
menghadap ke gubernur untuk meminta bantuan. Insya Allah, gubernur bisa membantu perbaikan atau pembangunan jembatan ini,” katanya.

Sebab menurut Enceng, Pemprov Sulsel tidak bisa menutup mata dari masalah infrastruktur publik tersebut, mengingat Kota Palopo
memiliki anggaran terbatas untuk membangun kembali jembatan baru setelah penetapan APBD Pokok 2017. “Mudah-mudahan, usulan kami direspon gubernur,” kata Enceng, serius.

Sementara itu, Wali Kota Palopo HM Judas Amir, sangat mengapresiasi perhatian Enceng bersama legislator Sulsel lainnya, yang telah meninjau jembatan tersebut dan akan melobi gubernur. “Patut kita apresiasi,” kata Judas Amir.

Menurut Judas Amir, dia juga telah memerintahkan Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Palopo, Anthonius Dengen untuk segera membuat proposal pengajuan bantuan untuk diajukan ke Badan Penanggulan Bencana Pusat, agar Kota Palopo bisa diberikan bantuan dana taktis atau darurat untuk membangun kembali Jembatan Latuppa. (chaliq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ten − nine =