Inilah perhiasan emas yang dicuri pelaku disita polisi sebagai barang bukti. (ft/israil laingly)
Inilah perhiasan emas yang dicuri pelaku disita polisi sebagai barang bukti. (ft/israil laingly)

APES dialami Bar, 18 tahun, siswa SMAN 3 Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. Siswa SMAN ternama di Kota Palopo ini terpaksa berurusan polisi karena diduga terlibat kasus pencurian emas seberat 54 gram dan uang tunai Rp5 juta milik pedagang barang campuran di Pasar Andi Tadda Palopo.

Bar tidak hanya sendiri diamankan polisi. Dia diamankan bersama Wiw, 17 tahun, siswi SMKN 6 Palopo. Polisi juga mengamankan Nay, 13 tahun, remaja putus sekolah.

Di depan polisi, Bar mengaku tidak ikut mencuri perhiasan emas dan uang tunai milik pedagang itu. Dia hanya membonceng Wiw dan Nay ke Pasar Andi Tadda, sekitar pukul 13:00 Wita, Sabtu (4/9/2016) siang.

Dari Pasar Andi Tadda, Bar mengaku kembali membonceng dua temannya itu. “Tapi, saya tidak tau kalau Wiw dan Nay mencuri di pasar,” aku Bar, didepan polisi.

Namun, polisi menaruh kecurigaan Bar terlibat dalam kasus itu. Apalagi, dua temannya, Wiw dan Nay, mengakui, jika Bar mengantar mereka pergi menjual perhiasan emas ke salah satu toko emas di Jalan Durian.

INI VIDEO TIGA PELAKU SAAT DIAMANKAN DI MAPOLRES PALOPO

Diberitakan KORAN SeruYA edisi sebelumnya, Tim Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polres Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, mengamankan Bar, 17 tahun, siswa SMAN 3 Kota Palopo bersama dua temannya, karena diduga terlibat kasus pencurian emas 54 gram dan uang tunai Rp5 juta milik pedagag di Pasar Andi Tadda Palopo.

Dua teman Bar yang diamankan, yakni Wiw, 18 tahun, siswi SMKN 6 Kota Palopo, dan Nay, 13 tahun, remaja putus sekolah.

Bar bersama dua temannya, diamankan polisi sekitar pukul 17:30 Wita, Sabtu (5/9/2016), petang tadi.

Saat diinterogasi polisi, Bar mengaku masih sekolah di SMAN 3 Palopo, sedangkan Wiw mengaku siswi SMKN 6 Palopo. Nay sendiri berstatus remaja putus sekolah.

Asmanan, melaporkan kasus pencurian emas milik istrinya, dan uang tunai Rp5 juta. Dari penyelidikan polisi, Bar diamankan bersama dua temannya, Wiw dan Nay.

Asmanan menceritakan, emas milik istrinya itu, disimpan dalam tas bersama uang Rp5 juta.

Kejadiannya, kisah Asmanan, dia bersama istrinya tengah tidur siang karena pembeli sepi di kiosnya, di Pasar Andi Tadda. Saat bangun tidur karena ada pembeli, Asmanan bersama istrinya kaget, karena tas milik istrinya hilang.

Asmanan mendapat informasi dari tetangganya berjualan, bahwa ada dua pelajar berhijab memasuki kiosnya. Dua siswi itu, sempat dilihat membawa tas milik istri Asmanan.

Asmanan kemudian mendatangi Polres Palopo untuk melaporkan kasus pencurian emas dan uang milik istrinya. Usai melapor, Asmanan bersama tim Buser mendatangi beberapa toko emas di Jalan Durian, kawasan PNP.

Kanit Buser Satreskrim Polres Palopo, Bripka Taslim mencurigai, pelaku menjual emas curiannya di salah satu toko emas. Benar saja, dari keterangan pemilik Toko Istana Emas, diperoleh informasi jika beberapa jam lalu, ada dua pelajar menjual emas di tokonya seberat 14 gram.

Setelah diperiksa Asmanan dan istrinya, perhiasan emas berupa kalung 14 gram yang dijual tersebut, benar milik istrinya.

Berawal dari temuan emas milik istri Asmanan yang dijual ke Toko Istana Emas, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku, setelah memperlihatkan foto Nay, salah seorang pelaku.

Rupanya, Nay yang masih anak dibawah umur ini, baru beberapa hari dibebaskan dari sel Polres Palopo dalam kasus pencurian. Dia dibebaskan karena masih anak dibawah umur.

Pemilik Toko Istana Emas membenarkan, jika foto remaja yang diperlihatkan Kanit Buser Satreskrim Polres Palopo, benar salah seorang siswi yang datang menjual emas di tokonya.

Saat itu juga polisi meluncur ke rumah Nay dan langsung mengamankan remaja terebut. Dari pengakuan Nay, polisi kemudian menangkap Bar dan Wiw. “Semua perhiasan emas milik korban sudah disita sebagai barang bukti, termasuk tiga pelaku sudah diamankan,” kata Bripka Taslim. (israil laingly)