VIDEO NEWS: 320 Mahasiswa STIKES Mega Buana Palopo Diwisuda, Nilawaty Uli: Berprestasilah

704
Topik Populer
#Gempa Palu

SEKOLAH Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Mega Buana Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, kembali mewisuda mahasiswanya, dalam rapat senat luar biasa, Sabtu (17/9/2016), di Gedung Saodenrae Convention Centre Palopo.

Sebanyak 320 mahasiswa-mahasiswi STIKES Mega Buana yang telah menyelesaikan pendidikannya, diwisuda. Mereka berasal dari empat program studi, yakni S1 Keperawatan, D-IV Kebidanan, S1 Profesi Ners, dan S1 Kesehatan Masyarakat.

Yang unik dari wisuda ini, seluruh wisudawan dan wisudawati menaiki becak dari kampus mereka di Jalan Veteran menuju gedung SaodenraE. Arak-arakan wisudawan naik becak ini menjadi perhatian masyarakat.

Selain itu, empat wisudawan terbaik ditandu memasuki gedung Saodenrae menggunakan tandu yang dihias. Para wisudawan dan keluarga wisudawan, serta tamu undangan lainnya, bertepuk tangan ketika empat wisudawan dan wisudawati terbaik tersebut memasuki ruangan Saodenrae.

Rapat senat terbuka tersebut dihadiri Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof DR Ir Hj Andi Niartiningsih MP, Kabag Kesra Pemkot Palopo wakili Wali Kota Palopo, Abdul Waris, termasuk sejumlah Unsur Muspida Kota Palopo.

Ketua STIKES Mega Buana Palopo, DR Nilawaty Uly, dalam sambutannya, berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati, agar bisa mengabdikan ilmu yang diperolehnya selama kuliah untuk bidang kesehatan.

Nilawaty Uli juga berpesan, agar para alumni STIKES Mega Buana Palopo dalam berkarier, supaya senantiasa membanggakan almamaternya, keluarga dan diri mereka sendiri.

Dalam kesempatan tersebut, Nilawaty Uli juga memaparkan berbagai prestasi yang telah diraih STIKES Mega Buana sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi bidang kesehatan di Luwu Raya.

Berbagai prestasi tersebut, tidak lepas dari dukungan semua pihak, termasuk insan kesehatan di Luwu Raya.

Untuk pengembangan SDM mahasiswanya, STIKES Mega Buana menjalin kerjasama dengan beberapa rumah sakit dan perguruan tinggi di Asean, seperti Sains University Malaysia, Thailand Hospital,
National Ceng Kung Universty Thailand.

Kerjasama tersebut diwujudkan dalam program berupa bench marking bagi mahasiswa STIKES Mega Buana Palopo, yakni kunjungan dan praktek di luar negeri.

Yang membanggakan bagi Nilawaty Uli, dalam sambutannya dia memaparkan bahwa sejak STIKES Mega Buana Palopo berdiri, pihaknya telah bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Palopo untuk membuka layanan donor darah online.

Layanan donor darah online ini, sebagai salah satu kerjasama STIKES Mega Buana dengan PMI untuk mengatasi krisis darah di Luwu Raya, terkhusus di Kota Palopo.

Nilawaty Uli juga menyinggung dalam waktu dekat ini, pihaknya akan mengoperasikan Rumah Sakit Mega Buana, di mana Rumah Sakit tersebut akan menjadi tempat praktek bagi mahasiswa STIKES Mega Buana. Termasuk Menajemen RS Mega Buana akan memberikan kesempatan dan peluang kerja bagi alumni STIKES Mega Buana untuk bekerja, bagi yang memenuhi syarat.

Sementara Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof DR Ir Hj Andi Niartiningsih mengapresiasi berbagai terobosan STIKES Mega Buana Palopo, sebagai salah satu perguruan tinggi bidang kesehatan di Kota Palopo.

Salah satunya, DR Andi Niartiningsih menyebutkan, tidaklah mudah menjalin kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dan rumah sakit di Asean, namun STIKES Mega Buana bisa menjalin kerjasama tersebut, sehingga patut menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya.

Dalam sambutannya, DR Andi Niartingsih berpesan, agar alumni STIKES Mega Buana selepas kuliah dan bekerja, benar-benar mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya selama di bangku kuliah, serta senantiasa mengasah kemampuannya untuk bekerja di bidang kesehatan.

Sehingga tidak menutup kemungkinan, 10 sampai 20 tahun ke depan, ada alumni STIKES Mega Buana jadi kepala dinas, bahkan Menteri Kesehatan.

Wartawan KORAN SeruYA, Israil Laingly, mewartakan dari SUDUT Kelapa, Jalan Kelapa, Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. (*)