VIDEO NEWS: Akper/Akbid Kamanre Kembali Telorkan 315 Tenaga Kesehatan Handal

742

AKADEMI Keperawatan dan Akademi Kebidanan (Akper/Akbid) Kamanre Palopo, menggelar Rapat Senat Terbuka Luara Biasa dalam rangka Wisuda Diploma III angkatan tahun 2016, di Gedung SaodenraE Convention Centre (SCC) Palopo, Selasa (4/10/2016.

Direktur Akper Kamanre, Taufieq dan Direktur Akbid Kamanre, dr Hj Utiasari Umar, memimpin wisuda ini.

Sebanyak 315 mahasiswa-mahasiswi diwisuda, yakni 235 mahasiswa-mahasiswi Akbid Kamanre, dan 80 wisudawan/wisudawati dari Akper Kamanre.

Pengukuhan wisudawan ini disaksikan, Ketua Dewan Pembinan Yayasan Akper/Akbid Kamanre, yang tidak lain Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, Koordinator Kopertis Wilayah VII Sulawesi,  Dr. Ir. Hj. Andi Niartiningsih, MP, Kadis Kesehatan Palopo, dr Ishak Iskandar, Ketua DPRD Palopo, Harisal A Latief, Anggota Senat, serta orangtua/wali para wisudawan/wisudawati.

Judas Amir selaku Ketua Yayasan Akper/Akbid Kamanre Palopo, dalam sambutannya, berharap para wisudawan ini bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di Akper dan Akbid Kamanre selama tiga tahun.

Menurut Judas Amir, para wisudawan telah melalui perjuangan keras untuk menyelesaikan pendidikan di Kampus Kamanre, sehingga bisa mengikuti wisuda. Dengan demikian, Judas Amir berharap ilmu yang diperoleh para wisudawan bisa dimanfaatkan dengan baik untuk pelayanan kesehatan warga Palopo, serta bangsa dan negara.

Judas Amir mengatakan, di Akper dan Akbid Kamanre, teori diberikan selama 20 jam, sedangkan praktek kepada mahasiswa dilakukan sampai mereka benar-benar memahami praktek tersebut. Namun kekukarangan di kampus ini belum pernah mengirim peserta didiknya ke luar negeri.

Sementara itu, Kordinator Kopertis Wilayah IX, Prof Andi Niartingsih mengapresiasi Akper dan Akbid Kamanre yang mengutamakan kualitas dari para peserta didiknya sesuai dengan mottonya, yakni tiada hari tanpa laboratorium.

Masih menurut Andi Niartingsih dalam sambutannya, bahwa pihaknya sangat mengapreasiasi Akper dan Akbid Kamanre yang sangat komitmen menaati aturan dalam perguruan tinggi. Sebab, perguruan tinggi yang tidak ikut aturan nantinya akan mendapatkan masalah dan hambatan dalam perjalanannya di tahun-tahun selanjutnya.

Wartawan KORAN SeruYA, Israil Laingly mewartakan dari SUDUT KELAPA, Jalan Kelapa, Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. (*)