VIDEO NEWS: Razia Kos Jaring Puluhan Pasangan ‘Mesum’ di Palopo, Ada Kondom Bekas Ditemukan

0
1341

SATUAN Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Palopo bekerjasama Bagian Binmas Polres Kota dan TNI,
menggiatkan razia dan penertiban rumah kos di Kota Palopo. Hasilnya sangat mencenangkan, sebagian besar penghuni kos yang dirazia, terjaring tengah tidur berduaan dengan pasangannya yang belum terikat pernikahan sah.

Misalnya, saat mengadakan razia kos di Kelurahan SalekoE, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, belasan pasangan tak resmi terjaring razia, Kamis (29/9/2016) pagi lalu. Pasangan yang ditengarai kuat berbuat mesum di kamar kos tersebut, langsung digelandang ke Kantor Satpol-PP Kota Palopo menggunakan mobil Dalmas.

Sebagian besar pasangan muda-mudi yang terjaring razia kos tersebut, tidur berduaan tanpa ikatan pernikahan sah. Bahkan, beberapa pasangan di antaranya tidur tanpa berbalut pakaian.

Razia yang sama digelar Satpol-PP bersama Polri dan TNI di wilayah Kelurahan Salutellue, Kecamatan Wara Timur, Jumat (30/9/2016) pagi.

Hasilnya, belasan pasangan muda-mudi juga terjaring di beberapa kos. Mereka juga tidur sekamar tanpa ikatan pernikahan.

Dalam operasi terpadu razia kos ini, beberapa hal menarik ditemukan Satpol-PP, seperti pasangan tak resmi tidur tanpa ikatan pernikahan, termasuk ditemukan beberapa kondom bekas dalam kamar.

Satpol-PP Kota Palopo yang juga menurunkan tim Satpol-PP perempuan, menginterogasi para penghuni kos, serta dimintai KTP, kartu keluarga, termasuk surat nikah. Bagi mereka yang tidak bisa menunjukkan surat nikahnya, maka langsung digelandang naik mobil Dalmas.

Kepala Seksi Operasi Pol PP Kota Palopo, Unnis yang memimpin razia mengatakan, bahwa giat kemarin merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat di sekitar rumah kos, yang sudah meresahkan aktivitas penghuni kos, karena menduga tempat kos dijadikan kamar mesum.

Pasangan tak resmi yang terjaring dalam razia itu, digiring ke Kantor Satpol PP untuk selanjutnya mendapat pembinaan. Bagi pasangan yang tidak bisa menunjukan kartu identitas diri, tidak akan dilepas sebelum orang tuanya datang menjemput.

Sementara Ketua RW 3 Kelurahan Salekoe, Irwan Halid, melaporkan ada sekira 20 rumah kosan di wilayahnya yang tercatat saat ini. Dia menyayangkan tidak aktifnya para pemilik kosan dan penghuninya karena tidak melaporkan diri ke RT ataupun RW.

Untuk itu, Irwan Halid berharap agar seluruh pemilik kosan mematuhi aturan yang telah ditentukan oleh pemerintah setempat, sebelum terjadi hal yang tidak inginkan. Dia juga menghawatirkan adanya tindakan sepihak dari warga jika hal tersebut tidak menjadi perhatian pengusaha rumah kosan di wilayah ini, karena bisa saja warga main hakim sendiri karena sudah lama meresahkan rumah kos jadi tempat mesum.

Wartawan KORAN SeruYA, Israil Laingly, mewartawakan dari Sudut Kelapa, Jalan Kelapa, Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

10 + nineteen =