Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, bersama Datu Luwu, Andi Maradang Machulau, dan unsur Forum Koordinasi Antar Pimpinan Daerah Kota Palopo, meninjau arena pameran lukisan, usai membuka Festival Kota Pusaka 2017, di Gedung SCC, Jumat (17/3/2017)-- foto humas
Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, bersama Datu Luwu, Andi Maradang Machulau, dan unsur Forum Koordinasi Antar Pimpinan Daerah Kota Palopo, meninjau arena pameran lukisan, usai membuka Festival Kota Pusaka 2017, di Gedung SCC, Jumat (17/3/2017)-- foto humas

KORAN SeruYA–Ada pernyataan menarik dilontarkan Wali Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, HM Judas Amir, saat membuka Festival Kota Pusaka 2017, di di Gedung SaodenraE Convention Centre (SCC) Palopo, Jumat (17/3/2017) sore lalu. Judas Amir mengaku tersinggung dan kecewa dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Kok bisa? Ternyata, menurut Judas Amir, terkesan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ‘menganaktirikan’ Tana Luwu secara umum, terkait budaya.

Judas Amir menyebutkan, di Anjungan Pantai Losari, tidak ada identitas Luwu ditempatkan di sana. “Saya sebenarnya tersinggung karena Luwu dianaktirikan di provinsi. Coba lihat di Anjungan Pantai Losari, apa ada nama Luwu tertera di sana?,” ujar Judas Amir.

Meski begitu, Judas Amir mengajak semua elemen masyarakat di daerah ini, para Bija Luwu (sebutan bagi orang Luwu) untuk menjadikan hal tersebut sebagai motivasi, untuk lebih berbenah dan memperbaiki diri ke depan.

Upaya berbenah yang dimaksudkan, urai Judas Amir, seperti mengembalikan fungsi sejumlah tempat pusaka seperti sedia kala. “Mari kita benahi tempat-tempat bersejarah dan pusaka di daerah kita ini, demi kejayaan budaya kita, budaya Luwu,” ujar Judas Amir.

Untuk diketahui, Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, menorehkan tulisan lafas Allahu Akbar di atas kanvas kosong lukisan, saat membuka secara resmi Festival Kota Pusaka 2017, di Gedung SaodenraE Convention Centre (SCC) Palopo, Jumat (17/3/2017) sore lalu. Tampak pelukis Tana Luwu, Musly Anwar mendampingi Wali Kota.

Goresan awal yang ditorehkan Judas Amir diatas kanvas kosong itu, akan dilanjutkan pelukis tamu dari luar Palopo yang akan ditunjuk panitia, untuk menyelesaikan lukisan lafaz Allahu Akbar tersebut.

“Lukisan lafas Allahu Akbar setelah diselesaikan pelukis tamu, akan diserahkan kepada Bapak Wali Kota Palopo sebagai kenang-kenangan, dari seniman atas penyelenggaraan Festival Kota Pusaka 2017 di Kota Palopo,” kata panitia pelaksana, Musly Anwar.

Saat menggoreskan lafas Allahu Akbar menggunakan bahasa Arab di atas kanvas kosong, Musly Anwar mendampingi Wali Kota bersama Forum Koordinasi Antar Pimpinan Daerah Kota Palopo. Musly yang tidak lain seniman Luwu Raya ini, bahkan ikut membimbing Wali Kota ketika menorehkan cat di atas kanvas kosong.

Wali Kota Palopo, HM Judas Amir memuji kreativitas para seniman lokal Tana Luwu yang dinilainya tidak kalah bersaing dengan seniman dari daerah lainnya, bahkan skala nasional. Apalagi, saat meninjau anjungan Festival Kota Pusaka 2017, Judas Amir menyaksikan beberapa lukisan Musly Anwar dan seniman lokal Tana Luwu

Menurut Judas Amir, menjadi tugas pemerintah daerah untuk menjaga tatanan budaya dan tradisi yang berlaku di daerahnya. “Pemkot Palopo sejak awal telah bertekad untuk menjaga budaya dan tradisi di Tana Luwu, sebagai bentuk tanggungjawab dan tugas dari pemerintah daerah yang telah diamanahkan UU,” katanya. (ayi/cbd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

7 − 5 =