Walikota Palopo, HM Judas Amir berfoto bersama perwakilan honorer K2 usai bertemu di Saokotae, Minggu (26/11) malam lalu. (foto/ist)
Walikota Palopo, HM Judas Amir berfoto bersama perwakilan honorer K2 usai bertemu di Saokotae, Minggu (26/11) malam lalu. (foto/ist)

KORANSERUYA.COM–Walikota Palopo, HM Judas Amir, menyatakan mendukung perjuangan tenaga honorer kategori dua (K2) Kota Palopo untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) oleh Pemerintah Pusat. Sebagai bentuk dukungannya, Judas Amir menyatakan siap menandatangani berkas dukungan untuk diserahkan kepada Pemerintah Pusat.

“Saya sangat memahami apa yang dirasakan tenaga honorer K2, karena sejauh ini belum ada kejelasan kapan akan diangkat menjadi CPNS. Andai saja saya memiliki kewenangan untuk mengangkat honorer K2 menjadi CPNS, saya siap mengangkatnya secara bertahap. Tetapi, kewenangan mengangkat honorer K2 menjadi CPNS ada di Pusat,” kata Judas Amir saat menerima perwakilan honorer K2 Kota Palopo yang tergabung dalam Forum Honorer K2 Kota Palopo di rumah jabatannya, Minggu (26/11) malam lalu.

Judas Amir menyatakan dukungannya kepada honorer K2 Palopo untuk memperjuangkan nasibnya agar bisa diangkat menjadi CPNS. “Saya sangat mendukung. Saya bersedia menandatangani pertanyaan dukungan agar honorer K2 Palopo bisa diangkat menjadi CPNS,” kata Judas Amir.

Untuk diketahui, perwakilan honorer K2 Palopo menemui Walikota Palopo HM Judas Amir di rumah jabatannya. Maksud dan tujuan perwakilan honorer K2 tersebut menemui walikota untuk mengajukan tiga point permintaan kepada walikota.

Dari tiga permintaan tersebut, Judas Amir hanya menyanggupi permintaan pertama, yakni menandatangani dukungan agar honorer K2 Kota Palopo diangkat menjadi CPNS, dimana surat dukungan tersebut akan diajukan kepada Pemerintah Pusat.

Sedangkan, dua permintaan honorer K2 yang tidak ditolak Walikota Palopo, yakni menandatangani SK kolektif honorer K2 Kota Palopo dan gaji honorer K2 Palopo dianggarkan melalui APBD Palopo 2018 sesuai UMP.

Alasan Judas Amir menolak dua permintaan tersebut, karena jika dirinya membuatkan SK kolektif honorer K2 Palopo maka otomatis konsekuensinya ada gaji tetap didalamnya. Di sisi lain, tidak regulasi yang mengatur mengenai adanya gaji tetap honorer K2.

Begitupun dengan permintaan ketiga, Judas Amir menyatakan bahwa Kota Palopo tidak memiliki anggaran yang memadai untuk menggaji seluruh honorer K2 yang jumlahnya mencapai angka 2.600 orang.

Meski menolak dua permintaan tersebut, Judas Amir menegaskan bahwa dirinya siap mendukung honorer K2 Palopo untuk diangkat menjadi CPNS oleh Pemerintah Pusat. “Diluar dua permintaan itu Nak, saya siap mendukung,” tandas Judas Amir.

Dijelaskan Judas Amir, hingga saat ini, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI belum menerbitkan peraturan terkait pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS, termasuk belum ada petunjuk teknisnya.

Sehingga, permasalahan yang dihadapi honorer K2 di Kota Palopo juga dialami honorer K2 di seluruh Indonesia. “Masalah honorer K2 ini jadi masalah Nasional, karena belum adanya regulasi terkait pengangkatan honorer K2 jadi CPNS,” katanya.

Ditegaskan Judas Amir, dirinya menaruh perhatian serius agar seluruh honorer K2 Kota Palopo bisa diangkat menjadi CPNS. (tari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 + fifteen =