Warga Bajo saat diterima di Komisi III DPRD Luwu
Warga Bajo saat diterima di Komisi III DPRD Luwu

KORANSERUYA.COM –Warga Bajo Barat Kabupaten Luwu berunjuk rasa di Gedung DPRD Luwu, Kamis (13/7). Dalam aksinya warga menuntut pemerintah secepatnya melakukan pengaspalan ruas jalan Bajo. Selain itu juga menuntut agar pemerintah menutup aktivitas pertambangan PT Harfiah.

BACA JUGA : BREAKING NEWS : Bawa Sabu 5 Gram, Pengedar Asal Sidrap Dibekuk

Koordinator aksi forum Masyarakat Bajo, Hajar, mengatakan Pemkab Luwu tidak serius dalam memaksimalkan penggunaan anggaran yang dapat dirasakan langsung masyarakat, terutama anggaran DAK yang dialokasikan dari pusat. “Sejak 2015 Pemkab Luwu memperoleh anggaran DAK dari pusat namun pemerintah tidak ada penyerapan anggaran tersebut, dan sekarang 2017 pengaspalan ruas jalan Bajo Barat memperoleh DAK sebesar Rp15,7 miliar. Namun lagi-lagi pemerintah tidak melakukan pengaspalan jalan tersebut padahal ada batas waktu sampai 21 Juli mendatang,” jelas Hajar.

BACA JUGA : RMS Dampingi IYL Temui Elit DPP Nasdem

Aksi berlangsung di depan DPRD Luwu nyaris bentrok dengan petugas saat anggota DPRD Luwu meminta pengunjuk rasa masuk ke dalam ruang aspirasi namun sejumlah pengunjuk rasa menahan diri meminta anggota DPRD Luwu untuk menjawab pertanyaan mereka.
Terkait tuntutan massa, Komisi III DPRD Luwu berjanji akan membahas aktivitas pertambangan PT Harfiah di Bajo Barat. Menurut anggota Komisi III DPRD Luwu, Summang, tuntutan warga Bajo akan ditindak lanjuti dengan memanggil SKPD terkait untuk meminta PT Harfiah menghentikan aktivitasnya.




“Kami sudah layangkan surat kepada sejumlah SKPD terkait untuk membahas hal terebut, sesuai hasil rekomendasi pada pertemuan dengan pengunjuk rasa,” paparnya. (eca/kin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × three =