Irsad Djafar
Irsad Djafar

BELOPA – Keberanian Irsyad Djafar, warga Belopa, Kabupaten Luwu, patut diacungi jempol. Tidak tanggung-tanggung, dia melaporkan orang nomor 1 di Republik Indonesia, yakni Jokowi. Presiden dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Luwu, Senin, (16/4) sekitar pukul 11.00 wita.

Hanya saja, Irsyad sedikit kecewa. Pasalnya, laporannya tidak diterima petugas jaga dengan alasan tempat kejadian di luar wilayah hukum Polres Luwu.”Laporan saya tertunda karena bagian SPKT tidak dapat terima dengan alasan itu tadi. Padahal setiap laporan masyarakat harus diterima dan kemudian lakukan gelar perkara, apakah dilanjutkan atau tidak. Kan, Polres Luwu bagian Kepolisian Republik Indonesia,” ujar Irsyad Djafar dalam rilis yang diterima KoranseruYA.com, malam ini.

Irsyad melaporkan Joko Widodo karena telah melanggar undang-undang lalu lintas beberapa waktu lalu. Dimana Jokowi melakukan touring dengan motor gede tanpa menyalakan lampu utama dan menggunakan knalpot bersuara besar yang tidak ramah lingkungan.
Jokowi touring dengan motor chopper di Sukabumi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu,

“Kami selaku warga negara Indonesia memiliki hak sama di mata hukum. Kami tahu ada peristiwa pidana dilanggar yang kebetulan dia (Jokowi) seorang Presiden Republik Indonesia. Terlepas dari jabatan dirinya saat ini, sejatinya kan harus memberikan contoh dengan cara tertib berlalu lintas,” jelasnya.

“Penggunaan lampu besar atau depan. Kan kita lihat sendiri dia tidak dinyalakan, begitu pula dengan knalpot,” tuturnya. “Bukannya kami tidak mau terima, tapi sudah begitu SOP-nya. Kami sarankan lapor ke Polda Sulsel. Apalagi lokasinya bukan di sini,” kata Kanit II Sat Reskrim Polres Luwu, Yasin.

Irsyad juga mengungkapkan dirinya juga sempat menemui Kapolres Luwu, AKBP Dwi Santoso, terkait laporannya. ” Beliau mengaku akan mempelajari dahulu laporan saya,” katanya. (eca/adn)