Pengerjaan Kantor Walikota Palopo menggunakan mesin rendemis atau molen. Proyek fisik ini dalam tahap perampungan. (ft/ist)
Pengerjaan Kantor Walikota Palopo menggunakan mesin rendemis atau molen. Proyek fisik ini dalam tahap perampungan. (ft/ist)
Topik Populer
#Gempa Palu

 

KORANSERUYA.COM–Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palopo, Anthonius Dengen, mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Kota Palopo yang ikut mengawasi jalannya roda pembangunan di kota ‘Idaman’ ini, terutama mengawasi pengerjaan proyek fisik.

Anthonius Dengen menyebutkan, pengawasan masyarakat terhadap pengerjaan proyek fisik di daerah sangat dibutuhkan, dalam rangka menghasilkan proyek yang berkualitas dan bermutu. “Ini juga bagian dari penerapan asas transparansi. Makanya, selaku Kadis PUPR Kota Palopo, saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih bagi masyarakat yang telah ikut mengawasi pengerjaan proyek dilakukan rekanan,” kata Anthonius Dengen kepada KORAN SeruYA, Rabu 26 Juli 2017.

Menurut Anthonius Dengen, pihaknya telah berkomitmen melaksanakan pembangunan berkualitas di Kota Palopo, dimana Dinas PUPR Kota Palopo bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo untuk pengawasan pelaksanaan proyek fisik tahun 2017 yang dikerjakan para rekanan yang memenangkan tender proyek.




“Ada MoU yang dibuat bersama antara Kejari, rekanan, dan Dinas PUPR. Jadi, masyarakat mengawasi pengerjaan proyek fisik di daerah, maka secara tidak langsung telah ikut mengawal komitmen kami bersama Kejaksaan,” kata Anthonius Dengen.

Untuk itu, tegas Anthonius Dengen, jika masyarakat menemukan adanya permasalahan terkait pengerjaan proyek di daerah ini, silakan dilaporkan.

“Kami sangat berterima kasih kalau ada masyarakat yang ikut mengawasi. Silakan laporkan ke kami, kita sama-sama turun melakukan peninjauan. Ini bagian tidak terpisahkan dari komitmen kami bersama Kejaksaan untuk pengerjaan proyek berkualitas dan bermutu,” tegas Anthonius Dengen.

Dicontohkan, proyek Kantor Walikota Palopo, salah satu proyek besar yang membutuhkan partisipasi masyarakat untuk ikut mengawasi pengerjaannya. “Termasuk pihak berwenang, Kejaksaan dan Kepolisian,” katanya.

Dikatakan Anthonius, dirinya juga mengapresiasi kinerja Kejaksaan Negeri Palopo yang sangat responsif menerima pengaduan masyarakat terkait pengerjaan proyek fisik di daerah ini, sehingga begitu menerima laporan, langsung turun ke lapangan.

“Pengawasan bersama ini, tentunya bertujuan menghasilkan proyek fisik berkualitas. Jadi, kalau memang ada yang keliru dari pengerjaan proyek fisik, maka masih bisa diperbaiki mumpung masih dalam tahap pengerjaan,” katanya.

Proyek pembangunan Kantor Walikota Palopo disebutkan Anthonius Dengen mendapat pengaduan dari salah seorang warga. Pengaduan warga ini, kata Anthonius sudah ditindaklanjuti, dimana tim Kejaksaan dan Kepolisian telah turun melakukan peninjauan atas laporan itu.

“Ada laporan bahwa ada pembongkaran pondasi kantor walikota. Padahal tidak ada pembongkaran. Yang benar adalah kedalaman kolom pondasi yang dihitung secara teknis supaya tidak ada kesalahan. Hal ini juga sudah ditinjau tim Kejaksaan,” katanya. (cbd)