psm makassar, persija vs psm
Marc Klok (PSM)

KORANSERUYA.COM–PSM Makassar gagal membawa pulang tiga poin dari Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Selasa (15/8) sore. Tim Juku Eja yang sudah unggul dua gol harus puas bermain imbang 2-2 setelah Macan Kemayoran membalasnya di paruh kedua.

Pertandingan pekan ke-20 Liga 1 Indonesia 2017 ini sebenarnya berjalan menarik. Sayangnya, kepemimpinan wasit asal Iran, Mooud Bonyadifard menyisakan noda. Banyak keputusan Bonyadifard yang menuai kontroversi. Termasuk menganulir gol Wiljan Pluim yang harus jadi gol kemenangan PSM.

BACA JUGA: Pasang Baru, PLN Beri Diskon 17 Persen

PSM berani tampil agresif dan terbuka sejak awal laga. Pasukan Ramang, julukan PSM nampak tak canggung meskipun bermain di kandang lawan.

Marc Klok berhasil membuka keunggulan PSM pada menit ke-22 lewat eksekusi penalti. Hukuman penalti diberikan wasit asal Iran setelah Bruno Lopes menarik baju Hamka Hamzah. Pada menit ke-33, giliran Willem Jan Pluim yang membuat pendukung Persija terdiam. Sontekan pemain asal Belanda itu tak mampu dihalau Andritany.

BACA JUGA: Ini Mayoret Marching Band Pemkab Luwu…Netizen : Wow Cantiknya

Praktis hingga akhir babak pertama, Persija kesulitan untuk menciptakan peluang emas. Hingga akhir babak pertama, PSM tetap unggul 0-2.

Pada babak kedua, Macan Kemayoran tampak tak ingin mengulangi kesalahannya. Tim asuhan Stefano Cugurra bermain lebih agresif. Perubahan itu berdampak positif, karena hanya dalam tempo dua menit, Persija mampu mencetak dua gol untuk menyamakan kedududkan.

Kebangkitan Persija diawali dengan hadiah penalty yang berhasil dieksekusi Reinaldo Elias pada menit ke-63. Dua menit kemudian, Bruno Lopes membuat Stadion Patriot bergemuruh lewat golnya yang membuat kedudukan setara.

Pada sisa pertandingan, Persija tampak semakin bernafsu untuk mencetak gol kemenangan. Sementara PSM juga siap mencuri kesempatan lewat serangan balik.

Pluim hampir menjadi mimpi buruk kembali untuk pertahanan Persija andai golnya pada menit 82 tak dianulir Bonyadifard. Wasit asal Iran itu menganggap Pluim menyetuh bola dengan tangannya saat mengontrol bola sebelum melepaskan sepakan keras yang membobol gawang Persija.

Wasit asal Iran, Mooud Bonyadifard yang memimpin laga Persija vs PSM membuat keputusan kontroversial.

Keputusan Bonyadifard itu mendapat protes dari kubu PSM termasuk sang pelatih, Robert Rene Albert. Sial bagi kubu tamu, Rene Albert pun diusir wasit gara-gara protesnya itu.

Di sisa waktu yang ada kedua tim masih berusaha mencetak gol kemenangan, namun skor 2-2 tidak berubah lagi hingga pertandingan bubar.

Hasil imbang ini sebenarnya merugikan Persija Jakrta yang ingin terus bertahan di papan atas. Gagal meraih tiga poin membuat Persija tertahan di peringkat keenam. Sementara satu poin yang diraih PSM sangat penting dalam persaingan mereka menuju tangga juara. (kin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

7 + 6 =