Bob Saril
Bob Saril

KORANSERUYA.com . Ada pernyataan menarik yang diungkapkan General Manager (GM) Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Sulselrabar, Bob Saril, terkait krisis energi listrik di daerah Luwu Raya khususnya Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Dia mengatakan sebenarnya pihaknya berencana membangun sejumlah gardu induk PLN agar pasokan listrik bisa segera teratasi. Gardu induk berkapasitas masing-masing 20 megawat akan dibangun di Kecamatan Wotu dan Malili.

Namun yang membuat PLN terkendala karena mahalnya biaya pembebasan lahan yang diminta oleh warga dan dianggap tidak tidak masuk akal. Berbagai pendekatan telah dilakukan tetapi pemilik lahan tidak mau bernegoisasi. ” Bayangkan saja di dua daerah itu, ada yang minta sampai Rp 300 juta per meter. Ini sangat tidak masuk akal. Kita merasa diperas,” kata Bob Saril saat menghadiri rapat kerja daerah  Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Sulsel di Hotel Horas Palopo, Senin (20/3) siang tadi.

Mantan GM PLN Aceh ini meminta kepada semua pihak terutama Pemkab Luwu Timur, agar turut serta berperan sehingga pembangunan gardu induk tersebut bisa terlaksana pada tahun ini. Menurut Bob, pembangunan gardu induk merupakan kepentingan bersama agar krisis energi listrik bisa teratasi.

Untuk saat ini lanjut Bob, Kabupaten Luwu Timur Luwu Timur dialiri listrik dengan kapasitas 15 Megawat (MW). Dengan kapasitas hanya sebesar itu tidak mampu memenuhi kebutuhan litrik di daerah berjuluk Bumi Batara Guru itu. Untuk mencukupinya, PLN akan menyewakan pembangkit listrik di Luwu Utara dan mengoptimalkan kerja Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) Malili. (liq)