PALOPO–Polisi gabungan dari Polres Luwu dan Polsek Walenrang akhirnya mengakhiri pelarian pelaku perampokan sadis yang menewaskan gadis Ririn, penjaga BRI Link di Lalong, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, 18 Februari 2026 lalu. Pelaku bernama Andarias Tandung ditangkap dalam pelariannya ke wilayah Sulawesi Utara, di Kota Manado, Kamis sore, 26 Februari 2026.
Andarias yang akrab disapa Rias melarikan diri setelah satu minggu beraksi menggasak brankas BRI Link berisi uang tunai Rp16 juta dan membunuh Ririn secara sadis.
Usai ditangkap, Rias mengakui perbuatannya. Bahkan kepada pihak kepolisian yang meringkusnya, warga Bulo Walenrang ini mengaku membuang brangkas di sungai Walenrang sebelum kabur ke luar dari wilayah Luwu.
Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, membenarkan Andarias alias Rias telah ditangkap tim bentukan Polres Luwu. Termasuk Kapolres mengaku brangkas
berwarna biru yang sebelumnya dibawa kabur dari kios BRI Link yang dirampoknya, telah ditemukan dalam kondisi terbuang di sebuah aliran sungai di wilayah Walenrang.
Penangkapan ini sekaligus mematahkan kesimpangsiuran informasi, di mana sebelumnya pada Kamis (19/02/2026) lalu, sempat beredar luas foto wajah rekayasa kecerdasan buatan atau AI, serta hoaks penangkapan dini yang sempat merepotkan pihak kepolisian.
Dari penelusuran informasi yang dihimpun KORAN SERUYA, Andarias tahun 2013 silam, terlibat kasus pembunuhan sadis di Kota Makassar. Kabarnya, Rias menghabisi teman dekatnya seorang wanita dengan cara jenazah korban dicor dengan semen untuk menghilangkan jejak. Namun kasusnya terungkap dan Rias diganjar hukuman 10 tahun penjara.
Baru sekitar dua tahun bebas dari penjara, Rias kembali mengulangi aksi serupa. Dia merampok BRI Link yang menewaskan gadis Ririn. Kasus berdarah ini terjadi di Dusun Pantilang, Desa Lalong, Kecamatan Walenrang (Walmas). Tragedi maut yang menimpa warga Kelurahan Bosso tersebut terjadi pada siang bolong, tepatnya pada Rabu lalu, 18 Februari 2026, sekitar pukul 14.00 Wita.
Saksi mata di sekitar lokasi, Reisa, menjadi orang pertama yang menyadari adanya kejanggalan setelah mendengar suara rintihan kesakitan dari arah kios BRI Link. Saat bergegas keluar untuk memeriksa, Reisa memergoki seorang pria yang diperkirakan berusia 30 tahun berlari meninggalkan lokasi melalui pintu belakang.
Pria misterius yang mengenakan sweter biru pudar dan celana pendek itu terlihat menenteng sebuah palu dan brankas biru, lalu tancap gas melarikan diri menggunakan sepeda motor matik yang diduga kuat jenis Honda Beat. Nahas, ketika saksi masuk ke dalam kios, korban Ririn sudah ditemukan dalam kondisi tengkurap dan bersimbah darah. (***)

