LUWU–Sejumlah kerabat terus berdatangan di kediaman Kapten Miswar Maturusi, kapten kapal tugboat Musaffah Dua yang dilaporkan terkena serangan bom di perairan Selat Hormuz, Timur Tengah. Kapten Miswar dikenal oleh warga sekitar sebagai sosok yang mudah bergaul serta sangat bertanggung jawab terhadap keluarganya.

Satu per satu kerabat dan warga silih berganti mendatangi rumah Kapten Miswar yang berada di Kelurahan Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Kedatangan mereka untuk memberikan dukungan moral kepada istri dan anak Kapten Miswar setelah kabar hilangnya kontak dengan kapal yang dinakhodainya.

Sebelum peristiwa tersebut terjadi, Miswar sempat berkomunikasi dengan sang istri, Muliani Ahmad, melalui panggilan video. Percakapan itu menjadi komunikasi terakhir mereka sebelum kapal tugboat yang dikendalikannya dilaporkan terkena serangan bom di perairan internasional Selat Hormuz.

Di mata sang istri, Miswar merupakan sosok kepala keluarga yang bertanggung jawab dan sangat mencintai keluarganya, terutama kepada kedua putranya.

Meski hingga kini belum ada kepastian mengenai keberadaan sang suami, pihak keluarga tetap berharap Kapten Miswar dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

“Waktu itu kami sempat video call. Kami ngobrol seperti biasa saja. Dia sambil baring dan sempat minta izin karena mau istirahat,” kata Muliani.

Keesokan harinya, Kamis pagi sekitar pukul 09.00 WITA, Miswar kembali menghubunginya melalui pesan WhatsApp untuk berpamitan sebelum berlayar.

“Dia sempat pamit lewat WhatsApp, bilang mau berlayar. Katanya berangkat sore dan insya Allah tiba sore di Oman,” ujarnya.

Muliani mengaku saat itu sang suami tidak menyebutkan secara spesifik akan menuju perairan Selat Hormuz. Ia hanya mengatakan akan menjemput kapal yang mengalami kerusakan.

“Dia tidak bilang soal Selat Hormuz. Yang dia sampaikan hanya mau menjemput kapal yang rusak,” jelasnya.

Informasi mengenai insiden yang menimpa kapal tersebut justru pertama kali diterima keluarga dari rekan kerja Miswar yang juga merupakan perwakilan kantor tempatnya bekerja.

Muliani juga menceritakan bahwa suaminya telah lama bekerja di dunia pelayaran dan memiliki rencana untuk terus mengembangkan kariernya. Bahkan, Miswar telah menyelesaikan pendidikan sarjana untuk menunjang masa depannya di darat.

Di tengah ketidakpastian kabar sang suami, Muliani berharap Miswar dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

“Harapan saya semoga suami saya selamat, sehat, dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga,” tuturnya. (*)