PALOPO–Sebanyak 45 siswa SMP Negeri 2 Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, mengikuti orientasi Kepalangmerahan Palang Merah Remaja (PMR) Madya Unit SMP Negeri 2 Palopo yang berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Oktober 2026.
Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Generasi Muda yang Peduli, Tangguh dan Berjiwa Kemanusiaan untuk Mewujudkan Pelajar Tanggap Darurat yang Berakhlak Mulia.”
Orientasi PMR ini bertujuan mengenalkan organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) dan Palang Merah Remaja kepada peserta, sekaligus menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kepedulian sosial, serta semangat kemanusiaan. Kegiatan ini juga menjadi wadah pembekalan materi dasar kepalangmerahan bagi para siswa.
Sebanyak 45 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari seluruh tingkatan kelas, yakni kelas VII, VIII, dan IX. Dalam orientasi ini, para peserta akan menerima tujuh materi utama, meliputi kepalangmerahan, pertolongan pertama, kepemimpinan, remaja sehat peduli sesama, kesehatan remaja, ASB (Ayo Siaga Bencana), serta donor darah.
Setelah mengikuti orientasi, para peserta selanjutnya diarahkan untuk melaksanakan Tri Bakti PMR sebagai bentuk penerapan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kepala SMP Negeri 2 Palopo, Haerul, mengatakan keberadaan organisasi PMR di lingkungan sekolah sangat diperlukan. Menurutnya, musibah dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, tanpa diketahui sebelumnya.
“Musibah itu sangat dekat dengan manusia. Namun, kapan dan di mana terjadinya tidak ada yang tahu. Hal inilah yang mendasari pihak sekolah membentuk organisasi PMR agar peserta didik bisa terlatih, terampil, dan memiliki jiwa sosial, sehingga mampu tanggap dalam memberikan pertolongan kepada korban,” ujar Haerul.
Ia berharap, melalui kegiatan orientasi ini, para siswa tidak hanya memahami materi kepalangmerahan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Pihak sekolah juga berharap para peserta dapat tumbuh menjadi generasi muda yang peduli terhadap sesama, memiliki keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap tindakan. (nada)

