Kisah Nyata Pilot Liu Chuanjian Dapat Penghargaan Rp11 Miliar karena Selamatkan 119 Penumpang Karena Kaca Pesawat Pecah

77905

JAKARTA–Video viral mengenai  perjuangan seorang pilot dan crew pesawat yang nyaris jatuh karena kaca pesawat pecah, yang ramai dishare di media sosial, terutama Facebook, bukan sekedar cuplikan film berjudul The Captain atau Sang Kapten.

Kisah pilot bersama awak pesawat menyelamatkan para penumpangnya itu adalah kisah nyata. Pilot pemberani itu bernama Liu Chuanjian dari Sichuan Airlines, China.

Penerbangan pesawat Sichuan Airlines yang penuh drama memilukan karena pesawat dalam kondisi nyaris terjatuh, dimana para penumpang panik, terjadi tahun lalu, tepanya 14 Mei 2018.

Pilot heroik bernama Liu Chuanjian itu mendapat hadiah lima juta yuan atau hampir Rp11 miliar karena berhasil mendaratkan pesawat setelah kaca kokpit pecah di ketinggian 32 ribu kaki.

Tak hanya mendapat hadiah, sang pilot asal China, Liu Chuanjian, juga mendapat gelar “kapten pahlawan dalam penerbangan sipil China.”

Dikutip dari CNN INDONESIA,  Chuanjian sedang mengoperasikan pesawat ke Lhasa, Ibu Kota Tibet, saat kaca depan peswawt tiba-tiba pecah di ketinggian 32.000 kaki di atas tanah dan menyedot co-pilotnya, yang mengenakan sabuk pengamannya, keluar dari jendela.

“Tiba-tiba, kaca depan pecah dan menimbulkan suara ledakan yang sangat keras,” katanya. “Hal berikutnya yang saya tahu, ko-pilot saya hampir tersedot keluar dari jendela.”

Chunajian terpaksa segera mendaratkan pesawat Airbus A319 yang mengangkut 119 penumpang. Ko-pilot dilaporkan hanya menderita goresan ringan. Tidak ada penumpang yang terluka.

Selain pilot, awak pesawat lainnya juga diberikan penghargaan karena berhasil menangani kondisi darurat.

Xu Ruichen, ko-pilot berusia 27 tahun menerima hadiah satu juta yuan, (Rp2 miliar). Wakil kapten, Liang Peng, dianugerahi dua juta yuan (Rp4 miliar), dan enam anggota awak lainnya diberi satu juta yuan masing-masing (Rp2 miliar).

Insiden pada 14 Mei tersebut masih diselidiki oleh pihak berwenang. Menurut laporan dari Wall Street Journal, China Southern Airlines mengatakan “kegagalan mekanis” merupakan penyebabnya. (IYS)