PALOPO–Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang dokter gigi berinisial JHS terhadap pasien remaja berusia 17 tahun di Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, saat ini tengah memasuki tahap pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian. Hingga saat ini, sudah da delapan orang dimintai keterangannya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Luwu, AKP Jody Dharma, menyampaikan dari 8 orang yang telah dimintai keterangannya, termasuk JHS selaku pihak terlapor. “Sebanyak 8 orang telah diperiksa oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Luwu, termasuk terlapor,” katanya.
Jody juga menginformasikan bahwa penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan psikologis terhadap korban yang sedang ditangani di Makassar. “Hasil tersebut nantinya akan dijadikan sebagai salah satu pertimbangan dalam gelar perkara untuk menentukan apakah kasus ini layak dilanjutkan ke tahap penyidikan,” katanya.
Jodi menambahkan bahwa setelah hasil pemeriksaan psikologis keluar, pihak kepolisian akan melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah lanjutan. Jika kasus ini dinaikkan ke tahap penyidikan, maka hasil pemeriksaan akan disampaikan kepada publik sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Kasus ini mulai menjadi perhatian publik setelah keluarga korban melaporkan dugaan pelecehan yang terjadi saat korban menjalani pemeriksaan medis di salah satu fasilitas kesehatan di Kabupaten Luwu. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian dengan menelusuri kronologi kejadian serta mengumpulkan bukti-bukti pendukung.
Sebelumnya diberitakan bahwa seorang dokter di salah satu fasilitas kesehatan di Kabupaten Luwu diduga melakukan pelecehan terhadap seorang pasien remaja berusia 17 tahun. Kasus ini menjadi viral setelah kakak korban mengunggah kronologi kejadian melalui media sosial.
Dalam unggahan yang tersebar di akun Instagram @infokotapalopo, kakak korban menyebut bahwa insiden terjadi saat adiknya dirawat seorang diri di ruang perawatan. Dokter yang diduga sebagai pelaku disebut datang lebih awal dari jadwal visite sambil membawa cokelat.
Kakak korban menuturkan bahwa adiknya ketakutan karena dokter tersebut memeluk korban dua kali dan melakukan tindakan tak senonoh. Ia juga menyampaikan bahwa adiknya baru berusia 17 tahun dan mengalami trauma akibat kejadian tersebut. (nada)

