Tanpa Biaya Pemerintah, Warga dan Yayasan Gerak Bareng Swadaya Bangun Jembatan Gantung di Luwu Utara

1038
ADVERTISEMENT

LUWU UTARA–Yayasan Gerak Bareng (Jakarta) bersama dengan relawan pecinta alam Luwu raya serta masyarakat sekitar membangun jembatan gantung yang menjadi akses utama penghubung tiga desa terputus karena diterjangan banjit bandang.

Jembatan gantung tersebut dibangun untuk menghubungkan Desa yakni Desa Laba, Pombakka dan Desa Lapapa, Kabupaten Luwu Utara, Selasa (25/08/2020).

ADVERTISEMENT

“Panjang jembatan ini kurang lebih 60 meter. sementara untuk anggaran sendiri berasal dari yayasan gerak bareng jakarta yang berkisar Rp. 87 Juta,” kata Rizki Yansyah, selaku Ketua Yayasan Gerak Bareng.

Lanjutnya, pembangunan jembatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Yayasan Gerak Bareng bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang. Untuk pengerjaannya, kita lakukan secara keseluruhan dibantu warga setempat dan relawan pencinta alam se-Luwu Raya.

Ia juga menyebutkan bahwa kondisi jembatan saat ini rusak parah. Ditambah lagi pada saat banjir bandang, jembatan ini juga terdampak.

“Kondisi jembatan sudah tidak layak dilalui dan membahayakan orang yang melintas,” jelasnya.

Untuk itu,kita berharap dengan pembangunan jembatan ini, aktifitas masyarakat dan akses perekonomian masyarakat dapat terbantu.

“Kita target untuk proses pengerjaannya selama 14 hari ke depan, semoga ini bisa selesai tepat waktu dan segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat,” pungkas Rizki. (*/iys)

ADVERTISEMENT