Apaan Tuh Program PLiS SD Telkom Makassar?

81
ADVERTISEMENT

MAKASSAR–WHO pada tanggal 11 Maret 20202 mengumumkan bahwa penyakit virus Covid-19 yang telah melanda kurang lebih 114 negara dan membunuh lebih dari 4.000 orang secara resmi menjadi pandemi.

Pemerintah Indonesia melakukan berbagai upaya pencegahan penularan virus Covid-19, salah satunya adalah anjuran kepada masyarakat untuk melakukan social distancing, yaitu menjaga jarak antar manusia serta menghindari kerumunan orang.

ADVERTISEMENT

Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim, merespon kebijakan tersebut dengan mengeluarkan himbauan untuk melakukan langkah-langkah mencegah berkembangnya penyebaran Covid-19 di lingkungan satuan pendidikan. Sebagai upaya untuk menjembatani kegiatan pembelajaran di rumah, sekolah dan para guru melakukan beberapa strategi agar kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan.

SD Telkom Makassar mengusung konsep PLiS (Playing, Living and Studying) dengan tagline “Belajar adalah sesuatu yang menyenangkan”.

ADVERTISEMENT

Indrayani Sulaiman, salah seorang guru senior di SD Telkom Makassar mengatakan, “Program PLiS merupakan hasil implementasi kebijakan Merdeka Belajar Telkom Schools, dimana di setiap proses pembelajaran yang diadakan oleh para guru selalu membawa keceriaan dengan tetap berfokus pada pembinaan karakter serta hasil belajar yang berkualitas. Jadi meski saat ini siswa sedang menjalani pembelajaran secara daring, siswa akan merasakan bahwa belajar itu seayik bermain”.

Dalam konsep Playing pada PLiS, siswa dibangun imajinasi dan penghayatannya melalui beberapa indikator, yaitu kerjasama, komunikasi, interpretasi dan eksplorasi. Metode pembelajaran yang melibatkan siswa, orang tua serta masyarakat, sehingga memperoleh ide-ide baru merupakan konsep utama Living. Hal ini bisa terlihat pada munculnya pemikiran baru, rasa ingin tahu serta praktek yang dilakukan oleh siswa. Dan dalam proses pembelajaran (studying), guru hanya bertindak sebagai fasilitator dengan siswa terlibat penuh, sehingga nantinya siswa dapat melakukan pemetaan terhadap suatu masalah atau pertanyaan, mencari teori atau menformulasikan solusinya dan dapat menarik suatu kesimpulan dari suatu pertanyaan.

Metode PLiS sebagai konsep blended learning ternyata sangat tercermin dari metode Heutagogi. Heutagogi sejalan dengan pendidikan transformatif, karena heutagogi menuntut peserta didik untuk berperan aktif dengan merefleksikan proses pembelajaran. Kemampuan reflektif ini meningkat seiring dengan kematangan dalam proses pembelajaran dan kognitif. Heutagogi dapat juga dikatakan sebagai teori “net-centric”, dimana internet dapat menyediakan sumber daya untuk pengalaman mandiri. Hal ini dapat menjadi teori pembelajaran pendidikan jarak jauh dan dipandang sebagai titik lanjut dalam rangkaian pembelajaran setelah pedagogik dan andragogi.

PLiS ini diadakan oleh SD Telkom Makassar dengan mengangkat tema-tema yang dimengerti dan mudah dipahami oleh siswa. “Pada penutupan Penilaian Tengah Semester Tahun Pelajaran 2020/2021, seluruh siswa SD Telkom Makassar melakukan pembelajaran PLiS bersama orang tuanya dengan tema Memasak bersama Keluarga. Setiap kelas memasak dengan bahan yang berbeda-beda, yaitu siswa kelas 1 mengolah buah-buahan, siswa kelas 2 mengolah makanan berbahan dasar sayur-sayuran, siswa kelas 3 mengolah makanan berbahan dasar tempe/tahu, siswa kelas 4 membuat kue (cake), siswa kelas 5 memasak makanan berbahan dasar ikan dan siswa kelas 6 bersama keluarga memasak makanan berbahan dasar daging sapi/ayam,” urai Indrayani, yang kerap dipanggil Miss Ichi.

Di akhir semester I ini, siswa SD Telkom Makassar kembali melaksanakan PLiS bersama keluarganya dengan mengangkat tema Rekreasi di Rumah Aja. Seluruh siswa melakukan kegiatan piknik bersama ayah bundanya serta adik atau kakaknya di halaman rumah dengan konsep yang menyenangkan.

“Alhamdulillah, seluruh siswa merasa senang dengan program PLiS ini. Pada sesi akhir dari program PLiS, siswa mengirimkan dokumentasi foto dan video pelaksanaannya dan guru mengumpulkan hasil dokumentasi siswa tersebut, serta diupload ke sosial media SD Telkom Makassar,” tutup Miss Ichi. (rls/iys)

ADVERTISEMENT