PALOPO — PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Palopo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung akses pendidikan bagi generasi muda. Melalui program PNM Peduli, perusahaan menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan kepada 11 anak nasabah di Kantor PNM Cabang Palopo, Rabu (3/12/2025).

Pemimpin PNM Cabang Palopo, Eka Pradana Wijaya, mengatakan program tersebut sebagai bagian dari upaya PNM menekan angka putus kuliah serta membantu keluarga yang tengah berjuang menghadapi tekanan ekonomi.

Eka menjelaskan, bahwa beasiswa ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PNM, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas hidup keluarga nasabah.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban orang tua dan memotivasi anak-anak untuk terus menuntut ilmu. Pendidikan adalah pintu banyak kesempatan, dan kami ingin membantu mereka tetap berada di jalur itu,” kata Eka.

Bantuan ini juga merupakan bentuk apresiasi PNM kepada para nasabah yang dinilai loyal serta mampu menjaga kualitas usahanya dalam program Mekaar.

Melalui pendekatan humanis dan berkelanjutan, PNM berupaya memastikan bahwa keberadaan perusahaan tidak hanya sebatas penyedia layanan permodalan, tetapi juga mitra yang turut membangun masa depan keluarga nasabah.

Ia menambahkan, lewat bantuan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan serta menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk turut mendukung pendidikan anak-anak, khususnya di daerah yang masih menghadapi kendala ekonomi.

“Bagi PNM, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan arah masa depan generasi muda sekaligus memperkuat fondasi kesejahteraan keluarga nasabah di Palopo,” pungkas Eka.

Bantuan beasiswa ini mendapat apresiasi.

Indriani, salah satu perwakilan nasabah mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan PNM terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak.

“Beasiswa ini sangat berarti bagi kami. Anak saya kini dapat belajar dengan lebih tenang tanpa harus memikirkan biaya. Bantuan ini bukan hanya materi, tetapi juga penyemangat untuk terus maju,” kunci Indriani. (*)