MASAMBA–Upaya untuk membuka akses transportasi yang layak dan aman bagi masyarakat di dataran tinggi seperti di Kecamatan Seko terus digenjot oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUTRPKP2).
Saat ini, fokus pengerjaan diarahkan secara intensif di titik krusial, yaitu Jalur Lassa yang selama ini menjadi salah satu tantangan terbesar mobilitas warga setempat.
Bupati Andi Abdullah Rahim, menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti mengawal percepatan pembangunan infrastruktur ini hingga benar-benar fungsional dan dapat dilalui dengan aman oleh warga.
“Perjalanan warga Seko harus lebih mudah dan aman. Alat berat terus bekerja di Jalur Lassa untuk membuka akses yang layak,” tegas Bupati Andi Rahim belum lama ini saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Seko.
Ia berharap pengerjaan jalan di jalur Lassa ini bisa segera rampung dan fungsional. “Doakan lancar agar roda ekonomi masyarakat kecil bisa berputar lebih cepat di sini. Saya perintahkan untuk terus melakukan pembenahan di jalur Lassa ini,” ujar Bupati dengan penuh penekanan.
Diketahui, Jalur Lassa ini dikenal memiliki medan yang cukup ekstrem, dengan kondisi geografis pegunungan yang curam dan rentan terhadap longsor saat musim hujan tiba.
Kehadiran alat berat di lokasi tersebut terus dikerahkan secara maksimal dalam upaya melakukan pembersihan material longsor, pelebaran jalan, serta perataan permukaan agar kendaraan roda dua maupun roda empat nantinya dapat melintas tanpa hambatan berarti.
Langkah cepat ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang pemda dalam memangkas isolasi di wilayah tersebut.
Seko dikenal sebagai salah satu sentra hasil bumi potensial yang sangat bergantung pada kelancaran lalu lintas jalur darat untuk mendistribusikan komoditas pertanian dan perkebunan ke luar daerah.
Dengan percepatan fungsionalisasi pada Jalur Lassa ini, maka berbagai dampak positif diharapkan segera dirasakan warga setempat, di antaranya adalah adanya penekanan biaya logistik, mobilitas warga menjadi aman dan nyaman, serta terciptanya akselerasi layanan publik.
Pemda mengimbau masyarakat agar bersabar, serta mendoakan kelancaran proses pengerjaan, mengingat kondisi medan yang cukup menantang, sehingga menjadi faktor penentu kecepatan penyelesaian proyek ini. (***)

