Dipantau Inspektorat, Baznas Palopo Salurkan 1.000 Paket Sembako dari 1 Persen THR PNS Muslim

698
ADVERTISEMENT

PALOPO — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Palopo mulai menyalurkan bantuan paket sembako bagi masyarakat kurang mampu, sebagai bantuan kebutuhan untuk hari raya Idul Fitri. Paket bantuan yang disalurkan Baznas Kota Palopo tersebut sumber dananya berasal dari pemotongan dana Tunjangan Hari Raya (THR) PNS beragama muslim sebesar 1 persen.

” Bantuan 1.000 paket sembako ini sumbernya dari dana pemotongan THR PNS Muslim Palopo sebesar 1 persen. Baznas hanya menyalurkannya,” kata Ketua Baznas Palopo, As’ad Syam, Senin (17/04/2023). Bantuan tersebut disalurkan Baznas Kota Palopo melalui Kantor Kecamatan, untuk selanjutnya diteruskan ke masing-masing kelurahan se Kota Palopo.

ADVERTISEMENT

As’ad Syam menyebutkan, dari 1.000 paket sembako tersebut, masing-masing kelurahan dijatah 20 paket. Adapun teknis penyalurannya diserahkan sepenuhnya kepada pihak kelurahan untuk menentukan warga yang berhak menerima bantuan paket sembako. Terutama warga yang sangat membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan lebaran.

Dalam penyaluran bantuan sembako dari pemotongan THR PNS muslim 1 persen tersebut, dipantau langsung Inspektur Daerah Kota Palopo, Asir Mangopo bersama tim Inspektorat Kota Palopo. ” Ini sesuai instruksi Walikota Palopo. Makanya, kami meminta Inspektorat untuk memantau secara langsung,” katanya.

ADVERTISEMENT

Dengan tersalurnya bantuan paket sembako tersebut, As’ad Syam menyampaikan ucapan terima kasih kepada para PNS muslim di Kota Palopo, yang telah berkenan dana THR dipotong 1 persen, untuk berbagi terhadap sanak saudara yang membutuhkan, agar bisa merayakan lebaran dengan penuh senyuman.

Sebelumnya, pemotongan THR PNS Muslim Kota Palopo sebesar 1 persen mengundang pro dan kontra. Menurut As’ad Syam, pemberian THR bagi PNS jelang lebaran, dalam moment bulan penuh berkah ini, Walikota Palopo mengajak para PNS beragama Islam untuk berbagi dan bersedekah bagi sanak keluarga seiman yang kurang beruntung, yang sangat membutuhkan uluran tangan dan bantuan memasuki hari raya Idul Fitri.

“Sebenarnya ini niat baik Bapak Walikota untuk mengajak PNS beragama Islam untuk berbagi dalam bulan penuh berkah ini, mengingat saudaranya seiman masih banyak yang kondisinya sangat membutuhkan uluran tangan kita. Atas niat baik ini, maka Bapak Walikota Palopo meminta Baznas untuk mengelola dan menyalurkan bantuan tersebut yang terkumpul dari penyisihan 1 % saja dari nilai THR tersebut. Misalkan PNS muslim mendapatkan THR Rp2 juta, maka diminta mereka berinfak Rp20 ribu saja untuk berinfaq,” kata As’ad.

Namun dikatakan As’ad Syam, niat baik Walikota Palopo yang dilandasi kepedulian bagi sesama, ternyata terdapat PNS yang tidak memahami baik maksud baik ini. “Sebab, seolah-olah surat edaran tersebut sangat merugikan mereka, bahkan cenderung menilai miring bahwa pemotongan THR 1 persen tersebut untuk kepentingan pribadi. Ini sama sekali tidak benar. Satu sen pun dana dari pemotongan THR PNS muslim itu tidak ada pihak di Baznas, apalagi Bapak Walikota menikmatinya. Semua disalurkan kepada warga kurang mampu untuk membantu memenuhi kebutuhan jelang dan selama lebaran,” katanya.

Dalam pandangan As’ad Syam, surat edaran Walikota Palopo terkait pemotongan THR PNS muslim 1 persen untuk infak, sepatutnya didukung para PNS di daerah ini, terutama para PNS beragama Islam.

“Kebijakan ini sebenarnya secara sederhana, karena niat baik Bapak Walikota mau melihat warganya yang susah ikut juga tersenyum saat lebaran, karena dapat dibantu dari dana tersebut. Bila pemimpin kita selevel walikota saja, edarannya yang mengajak kita dalam kebaikan tak lagi dihiraukan, jadi siapa lagi yang akan kita dengar dan akan diikuti? Jadi marilah kita mendukung kebijakan ini, karena bertujuan membantu bagi sesama. Apalagi nilainya juga tidak seberapa,” kata As’ad. (***)

ADVERTISEMENT