Google Classroom “Mode Offline” Lebih Enak, Lebih Gampang, Hemat Kuota Walau Tanpa Jaringan Internet

63
ADVERTISEMENT

Sejak pandemi melanda tahun lalu, Google Classroom kini jadi pilihan dalam melakukan pembelajaran jarak jauh atau belajar online untuk para sekolah.

Alhasil, kebutuhan belajar online membuat Google Classroom mendapat banyak pengguna.

ADVERTISEMENT

Nah, kabar terbaru dari Google Classroom menyebutkan jika di aplikasi bagi para Pelajar dan Mahasiswa itu bakal segera ditambahkan juga mode offline di smartphone Android.

Ini menjadi solusi bagi sebagian siswa atau pelajar yang tinggal di wilayah yang jaringan internetnya sulit, sekaligus dapat menghemat kuota.

ADVERTISEMENT

Dalam blog resminya Google menjelaskan dengan mode offline memungkinkan para penggunanya untuk bisa mengakses dan mengerjakan tugas di Google Classroom secara offline.

Seperti melihat tugas yang diberikan, membuka lampiran Drive, serta mengerjakan tugas-tugas di Google Docs.

Selain bermanfaat bagi pelajar, fitur ini juga mampu mempermudah guru dalam menilai dan memberi feedback dari tugas-tugas siswa.

Google Classroom juga telah memiliki fitur yang sangat membantu para siswa untuk mengerjakan dan mengirimkan tugas di sekolah. Siswa dapat melakukan foto lebih dari satu halaman dalam satu file PDF.

Selain mode offline, para siswa Google Classroom juga dipermudah dengan adanya fitur untuk tugas tulis tangan.

Para siswa kini bisa mengunggah tugas tersebut dan fitur ini akan menyesuaikan lembaran tugas yang diunggah.Dengan ini, para guru bisa melihat lebih mudah karena ukuran foto sudah disesuaikan oleh Google.

Fitur lain yang juga dihadirkan adalah format teks seperti yang ada di Microsoft Word.

Pelajar maupun guru kini bisa memodifikasi tulisan dengan format bold (tebal), italic (miring), underline (garis bawah), hingga penambahan format angka atau poin.

Lebih lanjut, fitur yang dihadirkan Google Classroom adalah pengecekan tugas dengan berbagai bahasa.

Kabarnya, akan tersedia tahun ini dalam 15 bahasa, yakni Inggris, Spanyol, Portugal, Swedia, Prancis, Italia, Indonesia, Jepang, Finlandia, Jerman, Korea, Denmark, Melayu, dan Hindi.

Selain mode offline, Google Classroom juga bakal mendukung beragam update besar lainnya, termasuk dukungan Bahasa Indonesia. Seluruh fitur di Google Classroom tersebut kabarnya bakal segera hadir akhir tahun 2021 ini.

Misalnya, fitur Originality Reports yang akan membantu guru untuk mendeteksi potensi plagiarisme.

Fitur Originality Reports rencananya akan hadir di 15 bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

Google juga akan memperkaya pemformatan teks dengan menambahkan opsi Bold, Italic, Underline, dan poin di semua platform Google Classroom.

Seperti diketahui, laporan sebelumnya Google Classroom tidak tercantum dalam daftar 100 aplikasi terpopuler. Namun, sejak pandemi Covid-19, tepatnya 10 Maret 2020, aplikasi ini mulai menanjak dari dan bertengger di posisi lima aplikasi terpopuler di Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan AppBrain, jumlah pengunduh Google Classroom melesat naik di Google Play Store, seiring mewabahnya virus corona. Jumlah pengunduhnya sudah lebih dari 50 juta.

Pengunduh Google Classroom juga datang dari negara-negara lain. Jumlah penyumbang tertinggi antara lain berasal dari Mexico, Kanada, Finlandia, Italia, Polandia, termasuk Indonesia.

(*/iys)

ADVERTISEMENT