MAKASSAR–Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) menegaskan perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya tidak lagi membuka ruang perdebatan konsep. KKLR memastikan arah perjuangan sudah final dan harus berjalan dalam satu paket bersama pembentukan Kabupaten Luwu Tengah.

Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKLR Sulawesi Selatan, Ir Hasbi Syamsu Ali, menyebut pijakan perjuangan tersebut merujuk pada dua dokumen resmi, yakni Rekomendasi Silaturahmi Nasional (Silatnas) II Wija to Luwu tertanggal 20 Januari 2026 serta Surat Datu Luwu kepada Presiden RI Prabowo Subianto pada 23 Januari 2026.

Penegasan itu disampaikan Hasbi saat pertemuan sejumlah tokoh KKLR bersama anggota Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonomi Baru (BPP DOB) Provinsi Luwu Raya di HSA Building, dalam rilisnya diterima KORAN SERUYA, Jumat (6/2/2026).

“Kami tegaskan kembali bahwa perjuangan membentuk Provinsi Luwu Raya secara konseptual sudah final. Rujukannya jelas, yakni Rekomendasi Silatnas II WTL dan Surat Datu Luwu kepada Presiden Prabowo Subianto,” kata Hasbi.

Menurutnya, kedua dokumen tersebut secara terang menyebut agenda pemekaran wilayah Luwu Raya harus diarahkan pada pembentukan Kabupaten Luwu Tengah yang menjadi bagian dari konsep Provinsi Luwu Raya.

“Tidak ada lagi pembahasan lain di luar itu. Konsepsi Provinsi Luwu Raya terdiri atas Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur, ditambah pemekaran Kabupaten Luwu Tengah yang sedang kita perjuangkan,” tegas Hasbi yang juga Koordinator Wilayah BPP DOB Luwu Raya.

Hasbi menjelaskan, saat ini BPP DOB Luwu Raya tengah fokus merampungkan seluruh dokumen administratif sebagai syarat pengusulan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) ke pemerintah pusat, termasuk penyusunan kajian akademik.

“Badan pekerja sedang merampungkan seluruh persyaratan administrasi untuk Provinsi Luwu Raya, termasuk naskah kajian akademiknya. Sementara untuk Kabupaten Luwu Tengah, dokumennya sudah lama siap, bahkan RUU-nya sudah ada. Tinggal menunggu persetujuan DPR,” jelasnya.

Sebagai Ketua Forum Komunikasi Daerah (FORKODA) CDOB se-Sulawesi Selatan, Hasbi mengapresiasi dukungan berbagai elemen yang selama ini mengawal perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

“Alhamdulillah, sinergi dan kolaborasi sangat luar biasa. Mulai dari Kedatuan Luwu, paguyuban KKLR, kepala daerah se-Luwu Raya, hingga dukungan mahasiswa, pemuda dan masyarakat. Insya Allah perjuangan kali ini semakin dekat pada hasil yang diharapkan,” ujarnya.

Hasbi pun mengajak seluruh Wija to Luwu untuk menjaga kekompakan dan memperkuat dukungan demi mempercepat terwujudnya pemekaran wilayah tersebut.

“Saatnya kita satukan seluruh potensi dan sumber daya untuk memperjuangkan terbentuknya Provinsi Luwu Raya. Kita jaga kekompakan dan soliditas. Hindari provokasi yang tidak jelas, karena tantangan pasti ada, apalagi jika sudah mendekati garis finis,” pungkasnya.

Pertemuan itu turut dihadiri sejumlah tokoh KKLR, antara lain Wakil Ketua Umum BPP KKLR Dr Abdul Talib Mustafa, Ketua Dewan Pertimbangan BPP KKLR Ir Buhari Kahar M, Dewan Pakar BPP KKLR Prof Jasruddin, Wasekjen BPP KKLR Udhi Hamun, serta Wakil Ketua Bidang OK BPP KKLR Baharuddin Solongi.

Hadir pula Wasekjen Humas dan Media BPP KKLR Isra Lian, Sekretaris BPW KKLR Sulsel Asri Tadda, Wakil Ketua KKLR Sulsel Husba Phada, Penasehat KKLR Sulsel Nasrun Hamzah, Wasekbid Nurliati, serta Biro Humas dan Media KKLR Sulsel Adil Mubarak. (ikhlas)