PALOPO–Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo, Sulawesi Selatan, AKBP Herman mengakui pengguna dan kasus penyalahgunaan Narkoba meningkat di Kota Palopo. Yang mengkhawatirkan, peredaran gelap Narkoba beragam modus operandi baru yang memanfaatkan kemajuan teknologi, termasuk melalui media sosial.

“Angka penyalahgunaan Narkoba di Palopo menunjukkan tren peningkatan yang cukup mengkhawatirkan,” kata AKBP Herman, dalam kegiatan
Koordinasi Pengembangan Program Pemberdayaan Instansi atau Tempat Kerja Bersih Narkoba di Café D’ Twins Palopo, hari Kamis lalu, 21 Mei 2026.

Diuraikan AKBP Herman, hingga bulan Mei 2026 ini, tercatat 118 orang yang berstatus menjalani rawat jalan karena penyalahgunaan Narkoba di Palopo. Angka ini melonjak tajam mengingat pada tahun sebelumnya, total pasien rawat jalan selama setahun penuh berada di angka 142 orang.

AKBP Herman dalam kegiatan yang diadakan bersama Pemkot Palopo itu, menekankan pentingnya komitmen bersama antara pemerintah, pihak swasta, dan stakeholder terkait untuk menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari pengaruh narkotika. Dia menegaskan bahwa program tempat kerja bersih narkoba tidak boleh hanya berhenti pada tataran seremonial belaka.

“Program ini harus diwujudkan melalui langkah-langkah nyata, seperti penyusunan regulasi atau kebijakan internal melalui peraturan daerah, pelaksanaan sosialisasi secara berkala, pembentukan relawan anti-narkoba, hingga pelaksanaan deteksi dini yang berkelanjutan di lingkungan kerja,” urai AKBP Herman. (***)