MASAMBA–Kabar baik untuk masyarakat Luwu Utara (Lutra), Provinsi Sulawesi Selatan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lutra mendapatkan dukungan anggaran sebesar Rp43 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui BBWS Pompengan Jeneberang untuk pembangunan tanggul permanen di Sungai Baliase dan Sungai Masamba.
“Anggaran Rp43 miliar tersebut diperuntukkan untuk penanganan Sungai Baliase dan penanganan Sungai Masamba,” kata Bupati Lutra, Andi Abdullah Rahim di Masamba.
Menurut Andi Rahim, kucuran anggaran tersebut diperoleh langsung Pemkab Lutra saat dirinya melakukan pertemuan dengan jajaran Kementerian PU di Jakarta, Kamis lalu, 8 Januari 2026.
“Alhamdulillah, usulan penanganan tanggul permanen di titik-titik sungai yang jebol, termasuk di Desa Mario Kecamatan Baebunta, langsung disetujui dan dipastikan akan ditangani tahun 2026,” ujar Andi Rahim.
Andi Rahim juga menegaskan pentingnya penanganan permanen tanggul di Kota Masamba, karena sejak banjir bandang 2020, tanggul yang ada masih bersifat sementara dan rawan jebol.
Dikatakan Andi Rahim, manfaat besar dari pembangunan tanggul permanen ini untuk melindungi ribuan warga dari ancaman banjir dan luapan sungai, mengamankan rumah, sekolah, dan fasilitas umum, menjaga lahan pertanian dan ekonomi rakyat, mengurangi risiko bencana jangka panjang, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai.
“Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi ikhtiar kita menyelesaikan persoalan luapan sungai di Luwu Utara. Pemkab Luwu Utara terus berkomitmen menghadirkan perlindungan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” kata Andi Rahim. (***)

