Pemuda Merah Putih Luwu Minta Desak Dinas Kelautan Segera Tindak Tegas Pelaku Pengeboman Ikan

183

BELOPA-Ketua Pemuda Merah Putih (PMP) Kabupaten Luwu, Faisal Jufri mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu khususnya Dinas Kelautan, menindak tegas pelaku pengeboman ikan yang masih kerap terjadi di wilayah pesisir.

Sebab katanya, diwilayah tersebut masik kerap terjadi aksi pengeboman ikan yang dilakukan oleh nelayan traditional. Apalagi katanya, wilayah tersebut, akan dijadikan wilayah industri.

“Dampak dari perilaku pengeboman ini, telah merusak biota laut dalam jangka panjang. Yang paling berbahaya adalah rusaknya terumbu karang yang menjadi rumah bagi ikan,” katanya.

Lebih jauh, dirinya mengatakan jika proses pertumbuhan terumbu karang yang rusak akibat aksi pengeboman ini, membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Terumbu karang yang rusak, membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dipulihkan kembali, Betapa ironisnya, jika perilaku sesaat itu harus melahirkan penderitaan hingga ratusan tahun. Dan itu harus ditanggung oleh anak cucu kita kelak,” tambahnya.

Tidak hanya itu, dirinya juga menjelaskan, jika pihak pemerintah setempat bersama masyarakat, telah puluhan kali meminta agar pihak terkait untuk segera melakukan penindakan terkait hal tersebut.

Namun hingga kini, belum mendapat respon dari pihak Dinas Kelautan Kabupaten Luwu.

“Masyarakat sudah sudah puluhan kali mengaduh ke dinas terkait, dan juga aparat keamanan untuk membantu dalam menghentikan aktifitas yang merusak mata pencarian mereka serta merusak ekosistem laut,” ujar Faisal

“Sayangnya, laut dengan potensi yang begitu banyak cenderung dirusak. Meski sudah banyak kejadian yang meresahkan masyarakat nelayan di kawasan Karang-karangan, tapi sepertinya sama sekali tidak menjadi sebuah masalah bagi Pemerintah Kabupaten luwu,” sambung Faisal

Dirinya juga berharap, agar masalah tersebut, bisa menjadi skala prioritas yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah dan pihak keamanan.

“Dengan wilayah laut yang tidak terlalu luas terletak di pesisir Teluk Bone dengan panjang garis pantai 139,92 km, rasanya tidak sulit kita hentikan jika aparat keamanan dan pemerintah bekerjasama dan benar-benar ingin mencegah dan memberantas aksi penangkapan ikan menggunakan bahan peledak,” pungkasnya. (Sya)