PALOPO–Taruna Politeknik Palopo bersama peserta Diklat Atlantic Maritime Training Centre Palopo melaksanakan praktik lapangan melalui kunjungan ke kapal pengangkut kargo di Pelabuhan Tanjung Ringgit, Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, terdapat dua kapal yang menjadi objek kunjungan, yakni kapal MAJU 99 asal Surabaya dengan nomor IMO 8593118 yang mengangkut pupuk, serta kapal YULIAN 88 asal Jakarta dengan nomor IMO 9097549 yang mengangkut semen.

Kegiatan ini diikuti oleh 68 taruna Politeknik Palopo dan 148 peserta Diklat Atlantic Maritime Training Centre Palopo.

Direktur Politeknik Palopo, H. Kemal Eden Abubakar Malinta, mengatakan kunjungan kapal tersebut merupakan bagian dari program pembelajaran Politeknik Palopo untuk memberikan pengalaman langsung kepada taruna sebelum melaksanakan praktik laut.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan agar para taruna mengenal secara langsung kondisi kapal, termasuk berbagai peralatan dan sistem yang digunakan dalam operasional pelayaran.

“Kunjungan kapal merupakan pembelajaran langsung sebelum mereka melaksanakan praktik laut, agar mereka mengetahui apa saja yang ada di kapal, termasuk alat-alat navigasi untuk Program Studi Nautika,” ujarnya.

Taruna Politeknik Palopo bersama peserta Diklat Atlantic Maritime Training Centre Palopo melaksanakan praktik lapangan melalui kunjungan ke kapal pengangkut kargo di Pelabuhan Tanjung Ringgit, Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026).

Ia menjelaskan, taruna Program Studi Nautika akan mempelajari berbagai peralatan navigasi yang digunakan di kapal. Sementara itu, taruna Program Studi Teknika akan melihat secara langsung sistem permesinan kapal, mulai dari mesin induk, mesin bantu, hingga mesin-mesin lainnya.

Dalam pelaksanaannya, para peserta didampingi pihak Syahbandar, pimpinan Politeknik Palopo, serta ketua program studi Nautika dan Teknika yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Kemal berharap, melalui kegiatan tersebut, para taruna dan peserta diklat dapat lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja di kapal ketika nantinya menjalani praktik laut maupun memasuki dunia kerja di sektor maritim.

“Diharapkan setelah kegiatan ini, mereka sudah bisa beradaptasi, baik dari Nautika maupun Teknika, terhadap hal-hal yang akan mereka temui di kapal nantinya. Hal ini juga berlaku bagi para peserta diklat,” jelasnya.

Ia menegaskan, Politeknik Palopo berkomitmen untuk menjaga dan terus meningkatkan kompetensi taruna sesuai dengan standar yang berlaku dalam kurikulum PK131.

Taruna Politeknik Palopo bersama peserta Diklat Atlantic Maritime Training Centre Palopo melaksanakan praktik lapangan melalui kunjungan ke kapal pengangkut kargo di Pelabuhan Tanjung Ringgit, Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026).

Kemal juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak Syahbandar Kelas II Palopo yang telah memberikan izin pelaksanaan kunjungan kapal di Pelabuhan Tanjung Ringgit.

Sementara itu, Marine Inspector Syahbandar Kelas II Palopo, Kapten Anton Mustamin, mengatakan pihak Syahbandar menyambut baik kegiatan kunjungan kapal sebagai upaya mendukung pengembangan kompetensi calon pelaut, khususnya peserta didik dari lembaga pendidikan dan pelatihan pelayaran di Kota Palopo.

Menurutnya, Syahbandar senantiasa mendukung dan memfasilitasi kegiatan serupa sepanjang pelaksanaannya tidak mengganggu keamanan dan keselamatan pelayaran.

Ia menambahkan, dukungan tersebut juga diperkuat dengan adanya nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Syahbandar Kelas II Palopo dengan Politeknik Palopo dan Diklat Atlantic Maritime Training Centre.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan para taruna dan peserta diklat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai operasional kapal serta mampu meningkatkan kesiapan dan kompetensi mereka sebagai calon tenaga profesional di bidang pelayaran,” katanya. (nada)