PALOPO–Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (UMPalopo), Sulawesi Selatan, sangat optimistis mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu fakultas dengan jumlah mahasiswa terbanyak pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2027.
Optimisme tersebut tidak terlepas dari tingginya minat calon mahasiswa terhadap program studi yang berada di bawah FEB, khususnya Program Studi Manajemen yang selama ini menjadi salah satu prodi dengan jumlah mahasiswa terbanyak di lingkungan UM Palopo.
Dalam data PMB tahun berjalan, FEB UM Palopo mencatat sebanyak 625 calon mahasiswa mendaftar, dengan 385 mahasiswa dinyatakan diterima.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palopo (FEB UMPalopo), Dr. Antong, S.E., M.Si., CPIA., CTA., ACPA mengatakan, fakultas yang menaungi Program Studi Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan dan Bisnis Digital tersebut memiliki daya tarik tersendiri karena bidang keilmuannya sangat dekat dengan kebutuhan dunia kerja.
Polres Palopo Sosialisasikan Penerimaan Murid Baru SMA Taruna Kemala Bhayangkara di SMPN 4
Menurutnya, fleksibilitas lulusan menjadi salah satu faktor yang membuat program studi di FEB tetap diminati. Lulusan tidak hanya diarahkan untuk bekerja sebagai karyawan, tetapi juga memiliki peluang untuk membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja.
Selain itu, kualitas akademik juga menjadi salah satu keunggulan FEB UM Palopo. Sebagian besar program studi telah memiliki akreditasi unggul, sementara Program Studi Bisnis Digital yang relatif masih baru telah memperoleh akreditasi Baik Sekali pada proses akreditasi pertamanya.
Ia menambahkan, FEB juga memiliki dukungan sumber daya manusia yang kuat. Dari lima guru besar yang dimiliki UM Palopo, empat di antaranya berasal dari FEB, sementara mayoritas dosen di fakultas tersebut telah berkualifikasi doktor.
“Dari empat program studi yang tersedia di FEB UM Palopo, Program Studi Manajemen masih menjadi yang paling banyak diminati,” kata Dr Antong.
Curi Besi Senilai Rp6 Juta di Palopo, Pria 27 Tahun Diringkus Reskrim Polsek Wara Selatan
Menurut Dekan FEB, posisi tersebut telah bertahan selama bertahun-tahun dan bahkan menjadi program studi dengan jumlah mahasiswa terbanyak di lingkungan universitas. Ia menilai, tingginya minat terhadap Manajemen tidak terlepas dari pemahaman masyarakat yang sudah sangat familiar terhadap bidang tersebut. Ketika calon mahasiswa dihadapkan pada pilihan jurusan, Manajemen menjadi salah satu pilihan yang langsung muncul karena dianggap memiliki prospek kerja yang luas.
Program Studi Manajemen juga disebut menjadi salah satu prodi pertama di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah yang memperoleh predikat unggul. Menghadapi PMB 2027, FEB UM Palopo menyiapkan sejumlah strategi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan jumlah mahasiswa baru.
Salah satunya dengan memperkuat promosi secara langsung ke sekolah-sekolah. Strategi tersebut tidak hanya dilakukan melalui kegiatan PMB, tetapi juga dengan menghadirkan berbagai program yang memberikan dampak kepada masyarakat dan calon mahasiswa.
Mahasiswa melalui organisasi kemahasiswaan dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) juga dilibatkan dalam kegiatan pengabdian dan kerja sama dengan sekolah.
Operasi Antik Lipu 2026, Satrenarkoba Polres Palopo Ungkap 11 Kasus dan Amankan 17 Tersangka
Sejumlah kegiatan dilakukan, mulai dari seminar pendidikan dan keilmuan, pelatihan kewirausahaan, pembinaan siswa, hingga pelatihan yang berkaitan dengan akuntansi, manajemen, ekonomi dan bisnis digital. FEB juga memiliki program dosen mengajar di sekolah sebagai bagian dari program kampus goes to school.
Selain mendatangi sekolah, FEB UM Palopo juga membuka kesempatan bagi siswa SMA dan SMK untuk berkunjung langsung ke kampus melalui program Open Faculty. Dalam kegiatan tersebut, siswa dapat mengenal lingkungan akademik sekaligus mencoba berbagai fasilitas pembelajaran, seperti laboratorium akuntansi dan fasilitas yang berkaitan dengan manajemen maupun bisnis digital.
Selain strategi promosi, FEB UM Palopo juga terus melakukan pembenahan dari sisi kualitas pembelajaran. Kurikulum di FEB kini dikembangkan dengan pendekatan Outcome Based Education (OBE) yang menitikberatkan pada capaian dan kompetensi lulusan.
Pembelajaran tidak lagi hanya berorientasi pada aktivitas di dalam kelas, tetapi juga mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai proyek dan kegiatan lapangan.
Salah satu metode yang diterapkan adalah Project Based Learning, dimana mahasiswa diberikan proyek nyata yang berkaitan dengan bidang keilmuan mereka.
Pada Program Studi Akuntansi, misalnya, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori penyusunan laporan keuangan, tetapi juga diberikan proyek untuk menganalisis dan menyusun laporan keuangan suatu perusahaan.
Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak sekadar siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan nilai bagi diri sendiri dan masyarakat.
FEB UM Palopo juga terus memperluas pengalaman internasional bagi mahasiswa dan dosen. Sejumlah program telah dilakukan melalui kegiatan magang internasional di Taiwan, Thailand dan Malaysia. Selain itu, mahasiswa juga berkesempatan mengikuti kegiatan short course atau perkuliahan singkat di luar negeri.
“Kedepan, kerja sama internasional tersebut akan terus dikembangkan melalui program pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen dan berbagai kegiatan akademik bersama perguruan tinggi mitra di luar negeri,” kata Dr Antong.
Menurutnya, berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya fakultas dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing lulusan. “Dengan berbagai strategi tersebut, FEB UM Palopo optimistis mampu mempertahankan tingginya minat calon mahasiswa pada PMB 2027,” katanya. (putri)

