PALOPO–Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo, Sulawesi Selatan, resmi menyinkronkan Jejaring Kesehatan Ibu dan Anak serta Kesehatan Reproduksi (KIA Kespro) tingkat kota, Senin (28/9/2026). Langkah ini diambil untuk menyelaraskan program prioritas Presiden Republik Indonesia dalam Transformasi Kesehatan nasional, khususnya penekanan angka kematian ibu dan penanganan stunting sejak dini.
Rapat Koordinasi (Rakor) tersebut dibuka secara resmi oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Palopo, Dr. H. Andi Poci, S.IP., M.Si., yang mewakili Walikota Palopo, Hj. Naili Trisal. Acara dihadiri jajaran Dinas Kesehatan, bidan kelurahan se-Kota Palopo, dan koordinator KIA rumah sakit se-Kota Palopo.
Dalam sambutan tertulis Walikota yang dibacakan Andi Poci, ditegaskan bahwa kesehatan ibu, anak, dan reproduksi merupakan pilar utama pembangunan daerah. Upaya Pemkot Palopo merujuk pada tiga pilar Transformasi Kesehatan nasional, yakni penyempurnaan layanan KIA di fasilitas kesehatan primer (skrining kehamilan minimal enam kali dan USG di puskesmas), penguatan rujukan kegawatdaruratan, serta penanganan gizi ibu hamil untuk memutus rantai stunting pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Kita tidak boleh berpuas diri. Berdasarkan data MPDN, meski angka kematian ibu berhasil ditekan menjadi dua kasus pada 2024 dan tercatat dua kasus hingga Agustus 2026, satu kematian saja sudah terlalu banyak. Kita terapkan zero tolerance for maternal mortality,” tegas Andi Poci saat membacakan sambutan tersebut.
Pemkot Palopo mengintegrasikan target tersebut melalui tiga program prioritas Wali Kota Hj. Naili Trisal. Pertama, Layanan Rujukan Terpadu 24 Jam yang memastikan komunikasi lancar antara bidan kelurahan, puskesmas, klinik swasta, dan rumah sakit. Kedua, Jaminan Kesehatan Inklusif melalui Universal Health Coverage (UHC) Prioritas agar seluruh ibu hamil, khususnya dari keluarga pra-sejahtera, memperoleh fasilitas persalinan gratis dan aman. Ketiga, pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kota Palopo.
Melalui rakor ini, Pemkot Palopo berharap jejaring kesehatan dapat mempercepat waktu respons penanganan komplikasi. Targetnya adalah ibu sehat, bayi selamat, dan penuntasan stunting di Kota Palopo tercapai secara konkret. (***)

