PALOPO–Pengelola Makan Bergizi Gratis (MBG) sepatutnya menjaga kualitas dan memenuhi standar kesehatan makanan yang dibagikan kepada siswa. Sebab, sangat beresiko mendatangkan masalah bagi pelajar yang mengkonsumsinya.
Di SMPN 8 Kota Palopo, sejumlah siswa SMPN ini menemukan potongan ayam yang masih mentah karena masih mengandung darah dalam menu MBG, Rabu 1 Oktober 2025. Kondisi tersebut membuat para siswa merasa tidak nyaman dan terpaksa membuang lauk ayam yang disediakan.
Salah seorang siswa, Ghyo Fardy, mengungkapkan makanan yang ia terima sebenarnya cukup enak. “Nasinya lembut, namun daging ayam terasa alot dan tampak masih mengandung darah,” katanya.
Keluhan senada juga disampaikan Gilbert Rafazi, siswa di kelas yang sama. Ia mengaku langsung membuang lauknya setelah melihat darah pada daging ayam, karena teringat pesan orang tuanya untuk tidak mengonsumsi makanan yang masih berdarah.
Sementara itu, Yoga Lukman, siswa lainnya, mengira cairan merah yang terlihat di ayam tersebut adalah sambal. Ia terus memakan hingga hampir habis, sebelum akhirnya sadar setelah mendengar percakapan teman-temannya.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala SMP Negeri 8 Palopo, Bahrum Satria, menyampaikan keprihatinannya. Ia menyebut bahwa program Makanan Bergizi Gratis baru diterima sekolah sejak Senin (29/9) lalu, dan telah menjangkau sebanyak 660 siswa dari berbagai tingkatan.
Ia mengatakan selama ini tidak pernah ada masalah. “Ini baru pertama kali terjadi dan akan segera ditindaklanjuti,” katanya.
Ia menambahkan, bahwa pihak sekolah akan berkoordinasi dengan penyedia makanan atau dapur guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali. Menurutnya, kualitas makanan sangat penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan tumbuh kembang peserta didik. (nada)

