PALOPO–Publik di Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, heboh menyusul beredarnya video viral pendek di media sosial seperti Tiktok dan Facebook soal menu Makanan Bergizi Gratis (MBH) berulat dari salah satu SPPG di Kelurahan Lagaligo, Kecamatan Wara, Kota Palopo. Dinas Kesehatan (Dinkes) Palopo langsung turun tangan untuk menyelidiki dugaan kontaminasi makanan MBG tersebut hingga dikeluhkan warga penerima lantaran berulat dan busuk.

Kepala Dinkes Kota Palopo Irsan Anugrah mengatakan pihaknya bergerak setelah menerima laporan dan mencermati video yang beredar, Rabu 21/10/2026). Karena itu, tim Dinkes Palopo turun mengecek kondisi SPPG tersebut, termasuk menemui beberapa warga penerima menu MBG yang diduga bermasalah, pada hari Senin lalu, 19 Oktober 2026.

“Tim Kesehatan Lingkungan sudah turun ke lokasi (SPPG) untuk mengecek langsung informasi yang beredar di media sosial. Kami adakan audit lapangan mengenai kondisi menu MBG tersebut di SPPG tersebut, dan menemui beberapa warga penerima menu MBG, seperti ibu hamil dan ibu menyusui,” kata Irsan.

Ditegaskan Kadinkes Palopo, pihaknya turun ke lapangan, termasuk menemui penerima manfaat MBG di Lagaligo, sebagai upaya pihaknya menelusuri sumber ulat di menu MBG, yang dibagikan kepada penerima manfaat dari SPPG Wara Lagaligo di bawah Yayasan Pondok Pesantren Datok Sulaiman, Jalan We Cudai, Kelurahan Lagaligo.

“Penelusuran ini penting dilakukan, apalagi masyarakat resah lantaran video menu MBG berulat sudah beredar luas di tengah masyarakat. Kami berupaya menelusuri sumber ulat tersebut,” katanya.

Terlebih, lanjut Kadinkes Palopo, menu MBG yang beredar lewat unggahan video di media sosial tidak lagi berada dalam wadah ompreng, tetapi sudah dipindahkan ke piring lainnya. “Jadi perlu penelusuran lebih jauh, jangan sampai ada unsur kesengajaan (sabotase), atau memang menu MBG tersebut bermasalah dari segi sanitasi,” katanya.

Diketahui, dalam video terlihat belatung bergerak di sela-sela daging ayam goreng. Warga juga mengeluhkan aroma busuk yang menyengat. Paket makanan dibagikan Senin (19/10/2026) kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Menu diproduksi dapur SPPG Wara Lagaligo di bawah Yayasan Pondok Pesantren Datok Sulaiman, Jalan We Cudai, Kelurahan Lagaligo.

Irsan menegaskan Dinas Kesehatan Palopo akan mengaudit prosedur pengolahan dan standar sanitasi dapur penyedia. “Kami akan memeriksa sampel makanan yang diproduksi SPPG untuk diuji di laboratorium. Kami sudah meminta sampel MBG hari Senin diserahkan ke tim Dinas Kesehatan,” katanya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak pengelola SPPG Wara Lagaligo belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat dan telepon belum direspons. (putri)