PALOPO–Universitas Muhammadiyah Palopo (UMPalopo) kembali menyelenggarakan konferensi internasional The 2nd International Conference of Business, Education, Health and Scien-Tech (ICBENS) tahun 2025. Kegiatan ini mengusung tema Artificial Intelligence and Digital Transformations: Reinventing Business, Education, Health, and Science for a Sustainable Global Future, yang menekankan pentingnya adaptasi terhadap Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari kehidupan, tanpa mengesampingkan peran utama manusia.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMPalopo, Junaidi, S.E., M.Ak., C.A., Ph.D., selaku penanggung jawab teknis kegiatan, menyampaikan bahwa ICBENS dirancang sebagai forum akademik yang mempertemukan para peneliti, praktisi, dan akademisi lintas disiplin serta lintas negara untuk membahas peran teknologi digital dalam mewujudkan masa depan global yang berkelanjutan.
“Melalui konferensi ini, kami ingin membangun jejaring antar akademisi serta menghadirkan ruang dialog internasional terkait perkembangan kecerdasan buatan. Fokusnya tidak hanya pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga implementasinya dalam mendukung transformasi sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sains,” kata Junaidi,Senin(8/9/2025).
Penerimaan naskah telah resmi dibuka sejak 25 Agustus 2025, dengan agenda puncak konferensi dijadwalkan berlangsung pada 10–11 November 2025 di Gedung MCC UMPalopo. Adapun hasil penelitian terpilih akan dipublikasikan dalam bentuk prosiding pada 30 November 2025.
Lantik 33 Pejabat Luwu, Patahudding: Jabatan Beri Kesempatan Berbuat Bermanfaatkan Bagi Masyarakat
Konferensi tahun ini juga akan menghadirkan keynote speakers berskala internasional dari berbagai institusi ternama, di antaranya Universitas Muhammadiyah Magelang, University of Western Australia, Universiti Malaysia Kelantan, dan Rajamangala University of Technology Krungthep, Thailand.
Forum internasional ini diharapkan dapat memperkuat peran UMPalopo dalam membangun jejaring riset global serta meningkatkan kontribusi pendidikan tinggi Indonesia dalam sektor transformasi digital berskala internasional.
“Harapan kami, ICBENS tahun kedua ini tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memperluas kerja sama strategis sekaligus menegaskan komitmen UMPalopo sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berorientasi global. Akademisi harus terus adaptif dan terbuka terhadap perubahan,” tegas Junaidi.
The 2nd ICBENS 2025 diharapkan menjadi ruang strategis bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk memperkuat kontribusi ilmu pengetahuan yang berdaya guna. UMPalopo mengajak seluruh akademisi dan praktisi, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk turut berpartisipasi dalam forum internasional ini.(rls/jun)

