PALOPO–Jembatan gantung di Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), tidak kunjung diperbaiki. Kondisi jembatan ini makin memiriskan karena lapuk dan nyaris ambruk. Bahkan, jembatan ini sekitar tiga bulan lalu, menelan satu korban jiwa atas nama Marwan, yang jatuh saat melintasi jembatan tersebut.
Walikota Palopo, Hj Naili Trisal telah berulangkali berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan, agar pembangunan jembatan tersebut segera direaliasikan karena mendesak sebagai akses publik menghubungkan Kelurahan Pajalesang dan Mungkajang di Kota Palopo. Apalagi setelah satu orang warga terjatuh lantaran melintasi jembatan, Walikota Naili mendesak dan berharap pihak BBPJN Sulawesi Selatan mempercepat realisasi pembangunan jembatan gantung tersebut karena akses vital masyarakat.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4, Rusdi Salman, ST, mengakui semua persyaratan yang dibutuhkan terkait pembangunan jembatan gantung tersebut sudah dipenuhi Pemkot Palopo.
“Pemkot Palopo sudah penuhi kelengkapan administrasi terkait usulan pembangunan Jembatan Gantung Pajalesang sudajh lengkap. Termasuk
lahan siap. Cuma dari pihak kami yang belum siap,” kata Salman via ponselnya kepada KORAN SERUYA, Selasa (26/5/2026).
Rusdi Salman menguraikan, pihaknya sudah beberapakali melakukan survei lapangan. “Saat ini, desain Jembatan Gantung Pajalesang masih proses pembahasan ulang atau review dengan Kementerian PU,” katanya.
Kendala lainnya, kata Rusdi Salma, pihaknya masih menunggu arahan dari Pemerintah Pusat mengenai anggarannya. Sebab, sampai sekarang belum ada kepastian kapan anggarannya tersedia. “Kami sebagai PPK Siap saja melaksanakan apabila hal-hal tersebut sudah siap, termasuk anggarannya. Makanya karena masih ada kendala, kami belum melelang proyek jembatan gantung ini. Jadi proyek pembangunan jembatan gantung belum dimulai karena murni masih ada kendala, terutama anggarannya belum turun dari Pusat,” jelas Salman.
Dikatakan Rusdi Salman, jika anggarannya sudah siap dari Kementerian PU, maka pihaknya akan mulai melakukan lelang proyek jembatan gantung tersebut.
“Kita berharap anggarannya segera turun dari Pusat agar lelang segera dilaksanakannya. Harapannya seperti itu. Semoga bisa tahun ini,” kata Rusdi Salman.
Jembatan Gantung Pajalesang sesuai perencanaannya akan dibangun dengan tipe Rigid 80 meter dengan anggaran sekitar Rp 8,62 miliar, dan dirancang untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di Kelurahan Pajalesang, membuka akses masyarakat terhadap pusat ekonomi dan pelayanan publik di Kota Palopo.
Diketahui, kondisi Jembatan Gantung Pajalesang makin rusak parah. Beberapa papan yang menjadi alas jembatan sudah hilang, sementara papan lainnya sudah lapuk. Terlihat lantai alas jembatan yang begitu licin karena lembab.
Meski jembatan rusak parah, beberapa warga masih nekat melalui jembatan tersebut. Warga bertaruh nyawa melintasi jembatan yang merupakan akses terdekat penghubung dua kelurahan, yakni Pajalesang dan Mungkajang. Bahkan, paang jembatan yang dulu dipasang pascajatuhnya korban jiwa, kini telah dibuka warga lantaran jembatan itu akses vital warga setempat.
Salah seorang warga Pajalesang, Imam mengatakan, jembatan itu menjadi salah satu akses vital masyarakat. Jembatan itu juga menjadi akses bagi anak-anak untuk ke sekolah. “Kami berharap jembatan ini segera diperbaiki, karena cuma jembatan ini jalan ke sebelah, kita mau memutar jauh sekali,” ucap Imam. (***)

