BELOPA — Pemerintah Kabupaten Luwu terus menggenjot realisasi program bantuan seragam sekolah gratis bagi peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun ajaran 2026.

Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu telah merampungkan pendataan jumlah siswa yang akan menerima bantuan tersebut. Total terdapat 10.037 siswa yang menjadi penerima manfaat program seragam sekolah gratis. Rinciannya, sebanyak 5.559 siswa tingkat SD dan 4.478 siswa tingkat SMP.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Palanggi, S.STP., M.M., mengatakan program yang masuk dalam proyek strategis daerah ini dibiayai melalui Dana Alokasi Umum bersifat Specific Grant (DAU SG) dari pemerintah pusat.

“Anggarannya dari pusat. Setelah dilakukan pendataan jumlah siswa penerima di masing-masing sekolah, selanjutnya dilakukan pendataan di aplikasi pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah,” kata Andi Palanggi, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, mekanisme pencairan anggaran DAU SG untuk program seragam sekolah gratis dilakukan melalui Kas Daerah (Kasda), kemudian diteruskan ke bidang pendidikan sesuai peruntukannya. “Jumlah dana DAU SG senilai Rp3 miliar untuk program seragam sekolah gratis untuk peserta didik, meliputi pembelian topi, dasi, baju dan celana,” jelasnya.

Mantan Kepala Bapenda Luwu itu menambahkan, seluruh proses pengadaan dilakukan secara ketat melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah termasuk melalui e-katalog.

Kualitas seragam juga menjadi salah satu perhatian utama dalam program strategis daerah ini. Setiap barang yang akan dibagikan kepada siswa, mulai dari topi, dasi, baju hingga celana, harus memenuhi standar kualitas dan melalui proses pengujian laboratorium. “Barang yang akan diberikan harus berkualitas. Karena itu, kualitas topi, dasi, baju dan celana akan melalui pengujian laboratorium,” ujarnya.

Andi Palanggi berharap, seluruh proses pengadaan dapat segera rampung sehingga bantuan seragam sekolah gratis ini mulai disalurkan kepada siswa di pertengahan Agustus 2026. (mat)