26 Tahun Tak Berjumpa, Marwal Iskandar Besuk Sahabat Lama yang Terbaring Sakit di RSUD Sawerigading Palopo

210
"Salah satu legend sepakbola Luwu Raya, yg terbaring di RSUD. Lotis ini tahun 1991 bersama saya bahu membahu sebagai gelandang serang di Gaspa," kata Marwal Iskandar. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

PALOPO–Sikap mulia dan bersahaja ditunjukkan mantan legenda Gaspa Palopo, H. Marwal Iskandar yang mengunjungi sahabat lamanya yang tengah tergolek sakit di RSUD Sawerigading Palopo, Selasa 30 Maret 2021.

Ia terlihat datang ditemani Aco Thamrin, Rahmat Usman dan Majid dari Pengurus Askot PSSI Palopo.

ADVERTISEMENT

Marwal Iskandar menyebut, kunjungannya menemui Lotis Kalopas, gelandang Gaspa adalah pertemuan pertama sejak berpisah 26 tahun lalu.

Marwal ditemani pengurus Askot PSSI Palopo saat menjenguk Lotis Kalopas, legenda Gaspa Palopo.

“Lotis adalah pemain Gaspa, kami sama-sama pernah berjuang di Piala Suratin 1991,” ucap Marwal yang kini dikenal sebagai instruktur sepakbola Nasional.

ADVERTISEMENT

Ia melanjutkan. “Lotis tinggal di Sabbang Luwu Utara, waktu itu Luwu masih satu kesatuan, belum ada pemekaran, tadi saya mengunjungi beliau setelah melewati operasi kepala di RSUD di Rampoang,” katanya.

Kehadiran Marwal membuat Lotis sang sahabat terharu. Ia tak menyangka bertemu lagi rekan satu timnya dulu di Gaspa Palopo itu. Marwal bercerita, Lotis semakin bersemangat dan terhibur dengan kehadiran dirinya bersama pengurus Askot PSSI Palopo lainnya.

ADVERTISEMENT

“Alhamdulillah, beliau nampak semakin ceria dan bersemangat, terharu itu pasti karena kami sudah 26 tahun tak saling bertemu, biasanya hanya lewat telepon, itupun sudah jarang,” sebut Trainer yang baru saja melatih sedikitnya 30 Pelatih di kota Palopo itu.

“Loris, salah satu legend sepakbola Luwu Raya, yang terbaring di RSUD. Lotis ini tahun 1991 bersama saya bahu membahu sebagai gelandang serang,” kata Marwal Iskandar saat dihubungi Koran Seruya.

Awalnya, Marwal Iskandar yang pernah merumput di PSM Makassar itu mengatakan jika ia mengetahui sahabatnya itu masuk rumah sakit dari salah satu anggota Panitia Baebunta Cup bernama Pitti.

“Yang kasih info adalah Fitri atau Pitti. Dia orang di Baebunta. Piti ini adalah Panitia waktu Baebunta cup tahun 1994, sehingga saya cari tahu melalui dokter Abdul Syukur Kuddus. Dan pagi dichek sudah pindah ke ruangan Cemara,” terangnya.

(*) 

ADVERTISEMENT