MASAMBA–Sebanyak 3.242 kepala keluarga (KK) pada tiga kecamatan di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel) terendam banjir gegara curah hujan tinggi dan tanggul jebol. Akibatnya, ratusan warga harus mengungsi di rumah keluarga dan posko sementara.
“Sejak tanggal 18 Mei kita telah tetapkan status tanggap darurat atau darurat bencana, ada 6 kecamatan yang berdampak, cuma yang terparah berada di 3 kecamatan,” kata Bupati Lutra, Andi Abdullah Rahim, Kamis (28/5/2026).
Tiga kecamatan yang terendam banjir parah di Lutra yakni Kecamatan Malangke, Malangke Barat dan Baebunta Selatan. Banjir tersebut terjadi sejak Senin (11/5).
“Kalau di Kecamatan Malangke ada sebanyak 1.999 kepala keluarga yang berdampak, Malangke Barat ada 805 dan Baebunta Selatan ada 438,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Lutra, Agunawan menyebut bahwa lokasi terparah berada pada 3 dusun di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan. Menurutnya, 3 dusun tersebut telah hancur dan rumah warga tidak dapat lagi ditempati.
“Saat ini kondisinya hampir sama, cuma yang terendam betul kemarin dan tidak dapat ditempati akibat banyak pasir dan kayu yakni 3 dusun di Beringin Jaya, yaitu Seruni, Melati dan Anggrek,” ujarnya.
Agunawan menyebut, ketinggian air pada 3 kecamatan tersebut bervariasi, mulai dari 40 cm hingga 120 cm. Dia menjelaskan, banjir diperparah karena curah hujan yang masih terus tinggi.
“Jadi memang dari BMKG pertanggal 31 Mei masih rawan dan masyarakat harus siap siaga, karena curah hujan yang masih begitu tinggi,” bebernya.
“Tapi kami juga dari BPBD dan tim gabungan dari Bazarnas, Polri dan Brimob telah membuat posko komando dan dapur, kebutuhan warga disana cukup tinggi,” tambahnya.
Agunawam menjelaskan, kebutuhan mendesak warga saat ini yakni beras dan tempat tidur. Sambungnya, hal tersebut disebabkan karena hampir setiap tempat tinggal warga telah terendam air.
“Pemda itu terus menyalurkan kebutuhan pokok disana, seperti beras, telur, indomie dan lain-lain. Karena beberapa dusun disana memang harus dikasi makan tiap hari. Selain itu kebutuhan warga disana juga seperti tempat tidur, kasur dan selimut,” tutupnya. (***)

