Mahathir Mohamad Tiba-tiba Mundur sebagai PM Malaysia, Akun Twitternya Langsung Viral

155

KORANSERUYA–Mahathir Mohamad mengundurkan diri dari jabatannya sebagai perdana menteri Malaysia.

Berita pengunduran diri PM berusia 94 tahun itu dilakukan menyusul dinamika politik seputar rencana partainya untuk membentuk koalisi baru tanpa politikus senior Anwar Ibrahim.

Berita soal mundurnya Mahathir pertama kali diketahui publik lewat  akun Twitter resminya @chedetofficial, Senin (24/2/2020).

“Kenyataan Akhbar: Peletakan Jawatan sebagai Perdana Menteri Malaysia,” tulisnya.

Pengumuman Mahathir hadir tak lama setelah Presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim mengaku telah dikhianati oleh rekan-rekan di koalisi Pakatan Harapan (PH). Pernyataan itu dilontarkan Anwar di kediamannya di Bukit Segambut, Minggu (23/2/2020) waktu setempat seperti dikutip Malaysia Kini, Senin (24/2/2020).

Pernyataan tersebut muncul bersamaan dengan desas-desus yang berkembang akan ada koalisi penguasa baru yang terdiri dari Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), Parti Islam Se-Malaysia (PAS), Gabungan Parti Sarawak (GPS), serta Parti Warisan Sabah (Warisan). Apalagi, menurut Anwar, koalisi itu juga melibatkan wakilnya, Mohamed Azmin Ali.

“Kami terkejut dengan hal tersebut, itu adalah pengkhianatan karena ada janji (untuk menyerahkan kekuasaan kepada Anwar dari PM Mahathir Mohamad).

Sebelumnya Anwar Ibrahim dijanjikan untuk menggantikan posisi Mahathir sebelum pemilihan berikutnya pada tahun 2023.

Setelah dijanjikan menjadi perdana menteri, Anwar bergabung dengan mantan saingannya Mahathir untuk memenangkan pemilihan umum 2018 dalam koalisi Pakatan Harapan (PH) pimpinan Mahathir.

“Kami tahu ada upaya untuk menjatuhkan PH dan membentuk pemerintahan baru,” kata Anwar dikutip dari Guardian. Anwar juga menyebut terdapat sebuah “komplotan” yang melibatkan mantan teman-teman Anwar di Bersatu dan sekelompok kecil pengkhianat dari PKR. (*/iys)