PALOPO–Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, meresmikan perubahan status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Jumat lalu, 3 Oktober 2025. IAIN Palopo resmi berubah status menjadi UIN Palopo pada tanggal 10 Mei 2025 lalu.
Sekitar lima bulan setelah perubahan status, Menteri Agama datang ke Palopo untuk meresmikan langsung. Peresmian berlangsung di Auditorium Phinisi UIN Palopo dan ditandai dengan penekanan bel oleh Menteri Agama bersama pimpinan UIN Palopo.
Nasaruddin Umar menyampaikan harapan besar terhadap UIN Palopo sebagai pusat pendidikan unggulan di Tana Luwu. “Kita berharap UIN Palopo bisa menjadi kebanggaan Tana Luwu. Kami juga mengajak pemerintah daerah untuk berpartisipasi aktif dalam membangun UIN Palopo menjadi yang terbaik,” ujar Nasaruddin Umar.
Nasaruddin Umar mendorong seluruh civitas akademika UIN Palopo fokus pada pengembangan institusi ke depan. “Saya minta seluruh civitas akademika UIN Palopo untuk konsentrasi pada masa depan tanpa melihat ke belakang. Mari kita bersinergi untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Eltris Cafe Palopo Tempat Nongkrong Bagi Semua Kalangan, Ini Keunggulannya Bikin Pengunjung Betah
Sementara itu, Rektor UIN Palopo, Dr Abbas Langaji MAg, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada Menag RI dan seluruh tamu undangan yang hadir. Menurut dia, UIN Palopo saat ini memasuki usia 57 tahun.
Dalam kesempatan itu, Dr Abbas menyampaikan sejumlah perkembangan positif yang telah dicapai oleh UIN Palopo, di antaranya terdapat 7 Program Studi (Prodi) yang unggul, serta capaian dua sertipikat standar internasional (ISO). “Kondisi UIN Palopo hari ini tidak dapat dipisahkan dari peran para pendahulu kami. Bahagia rasanya, solidaritas di internal kampus juga sangat baik,” tuturnya.
Diketahui, saat peresmian UIN Palopo, Rektor UIN Palopo didampingi Ketua Senat, Dr Mustaming SAg MHI, termasuk dua mantan pimpinan kampus ini, yakni Ketua STAIN Palopo 1996-2006, Dr KH Syarifuddin Daud MA, dan Prof Dr Abdul Pirol MAg selaku Ketua IAIN Palopo tahun 2014-2015 dan tahun 2015-2023. Hadir juga Wakil Rektor, Plt Kepala Biro AUAK, para Dekan Fakultas, Direktur Pascasarjana, para Ketua Lembaga, Kepala Unit, Ketua Prodi, dosen, tenaga kependidikan, serta civitas akademika lainnya, termasuk mahasiswa.
Menteri Agama hadir didampingi Staf Khusus dan Tenaga Ahli, juga hadir Kakanwil Kemenag Sulsel, beberapa Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) dari berbagai daerah di Indonesia, dan Kakankemenag Kabupaten/Kota. Sementara itu dari undangan antara lain hadir perwakilan Datu Luwu, Pemerintah Daerah se-Tana Luwu, para Rektor se-Kota Palopo, sejumlah lembaga mitra, termasuk para purnabakti UIN Palopo.
Tersisa Satu Dewas, Andi Enceng Ajak Karyawan Perumda TM Palopo Berkolaborasi Majukan Perusahaan
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Palopo, Masruddin, menegaskan kesiapan UIN Palopo berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di Luwu Raya. “Insya Allah, UIN akan menjadi ladang produksi sarjana yang cendekia, menguasai ilmu pengetahuan, dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Ia menyampaikan UIN Palopo akan segera membuka program studi dan fakultas di bidang umum. “UIN Palopo akan membuka program studi dan fakultas umum, sehingga dapat memberi kontribusi nyata dalam penyediaan sumber daya manusia berkualitas untuk Luwu Raya,” jelasnya. “Insya Allah, akan dibuka program studi di bidang sains dan teknologi seperti Teknik Informatika, Pertambangan, dan Kesehatan Masyarakat,” sambungnya.
Dengan perubahan status ini, UIN Palopo diharapkan mampu memperluas peran dan kontribusinya, tidak hanya di bidang keislaman, tetapi juga ilmu pengetahuan dan teknologi. (ADV/jun)

