MALILI–Keberadaan vendor pengadaan ambulans desa di Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan, dalam pencarian tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lutim. Erwin R. Sandi yang akrab disapa Om Bot itu adalah vendor pengadaan ambulans desa yang kini berproses penyidikan di Kejari Lutim lantaran hingga saat ini, sebanyak 24 ambulans desa belum diserahkan kepada desa penerima. Padahal, seluruh desa telah menyetor dana pengadaan ambulans desa, yang bersumber dari CSR PT Vale ke ke vendor.
Menariknya, sehari sebelum tim Kejari Lutim melakukan penggeledahan rumah Erwin di Desa Puncak Indah Malili, dia membuat story melalui akun WA-nya. Kalimatnya seperti ini,”Garis Takdirku Tidak Ditentukan oleh Hantaman Kalian. Aku Hanya Tumbang, Belum Mati…’.
Erwin juga membuat story WA dengan kalimat,”Aku Sengaja Diam, agar bisa melihat siapa saja yang senang melihatku jatuh. Aku hanya tumbang, belum mati. Catat itu…’
Diberitakan sebelumnya, tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menggeledah rumah milik Ketua Pospera Luwu Timur, Erwin R. Sandi, Jumat (3/7/2026) pagi. Penggeledahan yang dipimpin langsung Kepala Kejari (Kajari) di rumah Om Bot, begitu Erwin R. Sandi akrab disapa, dilakukan Kejari sekaitan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan 24 unit ambulans desa yang dananya bersumber dari CSR PT Vale.

Ada dua rumah milik Erwin sesuai data tim Kejari Luwu Timur. Yakni pertama rumah di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Luwu Timur. Kedua rumah di Kota Palopo di wilayah Battang, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo. Namun untuk penggeledahan ini, tim Kejari baru melakukan penggeledahan rumah Om Bot di Desa Puncak Indah.
Saat penggeledahan, tim Kejari menemukan beberapa unit mobil ambulans yang terparkir di halaman rumah. Mobil ambulans tersebut bertulis Garda Sehat. “Iya, ada beberapa unit ambulans terparkir di halaman rumah. Tampaknya mobil ambulans itu sudah lama terparkir,” kata sumber media ini.
Hingga berita ini dilansir, proses penggeledahan masih berlangsung dan belum ada konfirmasi resmi dari pihak Kejari Luwu Timur.

Diketahui, Erwin R. Sandi tersangkut kasus dugaan korupsi pengadaan ambulans desa yang sumber dananya berasal dari CSR PT Vale. Dalam perkara yang sudah naik tahap penyidikan di Kejari Luwu Timur ini, Erwin selaku vendor pengadaan ambulans desa tersebut.
Para kepala desa telah menyetor dana pengadaan ambulans ke vendor, namun sudah beberapa bulan ambulans belum tiba. Bahkan, sejak kasus ini merebak, Erwin bagai hilang di telan bumi. Dia menghilang tanpa kabar hingga menimbul tanda tanya keberadaannya. (***)

