MALILI–Seorang siswi SMA di Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel), Fatimah Azzahra (17) curhat usai juara 1 lomba baca puisi pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) mendadak dianulir panitia.

Fatimah menyebut, pembatalan tersebut terjadi sehari setelah pengumuman dan terbilang sangat aneh.

“Sudah diumumkan juara satu awalnya, tiba-tiba besoknya dapatka info dari anak OSIS katanya dibatalkan juaraku jadi juara 2 sekolahku SMA 8 dan SMA 5 Malili juara 1,” kata Fatimah, Kamis (14/5/2026).

Pengumuman tersebut awalnya dikeluarkan panitia pada hari Sabtu lalu, (9/5/2026) pagi. Fatimah menuturkan, informasi pembatalan diketahui usai salah satu anggota osis memberitahunya pada Minggu (10/5) sore.

“Nanti saya tahu pas ka natanya ka anak OSIS, kemudian saya coba konfirmasi pendamping dan kepala sekolah ternyata betul dibatalkan, alasannya salah ketik bede panitia,” bebernya.

Fatimah mengaku sangart heran dengan alasan pembatalan tersebut. Dia menyebut, panitia melakukan pembatalan dengan alasan juri salah dalam melakukan pengetikan. “Kalau mau dibilang aneh ya aneh sekali, kok bisa salah ketik? angka 5 dan 8 itu jauh, itu aneh,” ucap Fatimah.

“Kalaupun juga memang dianulirkan bisa dikonfirmasi juga ke saya yang ikut lomba, ini saya tahunya dari teman, pastilah kita juga malu,” sambungnya.

Dia menambahkan, setelah melakukan protes kepada pihak sekolah dirinya kemudian diberikan sebuah surat permohonan maaf. Fatimah menjelaskan, permohonan maaf tersebut ditulis tangan. “Anehnya itu surat permohonan maaf juga ditulis tangan, tidak ada stempel dan tidak tahu dari mana sumbernya,” tutupnya. (***)