PALOPO–Kegigihan dan doa menjadi kunci keberhasilan Sigit Adiaksa, 22 tahun, mahasiswa asal Mappedeceng yang berhasil menyandang gelar sebagai Wisudawan Terbaik ke-3 Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo tahun ajaran 2026.

Lulusan Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan ini menyelesaikan studinya dalam waktu yang relatif singkat, yakni 3 tahun 7 bulan. Prestasi gemilang ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri, terlebih di baliknya tersimpan perjuangan keras seorang anak yang lahir dari keluarga sederhana.

Sigit merupakan anak kedua dari pasangan Almarhum Marwa dan Murni, yang sehari-hari berjuang sebagai pedagang makanan di Pasar Sentral Masamba, Luwu Utara. Baginya, gelar terbaik ketiga ini bukan sekadar piala atau piagam, melainkan bukti nyata bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil.

“Ini seperti mahkota buat saya dan capaian yang luar biasa. Ini membuktikan apa yang selama ini saya geluti dengan kerja keras. Namun, di antara semua itu, ada doa orang tua dan keluarga yang menjadi penyemangat utama,” ujar Sigit, yang lahir pada 5 April 2004 silam.

Dengan penuh haru, pria rendah hati ini mengatakan kesuksesannya bukan semata-mata karena kemampuan dirinya melainkan karena kekuatan doa dari ibunda tercinta. “Alhamdulillah, saya sangat bangga. Namun di balik itu semua, ada doa seorang ibu yang begitu kuat sehingga kerja keras ini membuahkan hasil, bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga keluarga,” tuturnya.

Sigit akui perjalanan menuntut ilmu bukanlah hal mudah. Banyak rintangan yang dihadapi, namun semangat dan harapan tak pernah padam. “Perjalanan kuliah ini bukan sekadar tentang gelar, melainkan tentang perjuangan yang ditempa oleh keadaan, kesabaran yang diuji oleh waktu, dan harapan yang tak pernah padam meski hidup sering terasa sempit,” ungkapnya.

Kalimat sederhana namun menyentuh terlontar dari bibirnya, “Saya tidak hebat, tapi doa ibu saya yang terlalu kuat. Prestasi ini dipersembahkan khusus untuk ibunya yang selalu mendukung, serta untuk mendiang ayahnya yang meski telah tiada, namun semangat dan kasih sayangnya selalu menjadi alasan ia bertahan hingga hari ini.

Sigit juga menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada seluruh dosen pembimbing, staf akademik, serta teman-teman seperjuangan yang telah menjadi keluarga besar selama menimba ilmu, baik di dalam maupun di luar kelas.

Ke depannya, pria asal Luwu Utara ini bertekad untuk terus meningkatkan kualitas dirinya. Ia bahkan berniat untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi (S2) di lingkungan yang sama.

“Semoga ke depannya saya lebih giat lagi sehingga predikat ini bisa lebih meningkat. Insyaallah, niat baik saya untuk melanjutkan S2 di sini tak ada kendala,” harapnya.

Diketahui, prosesi wisuda UIN Palopo kali ini digelar dalam dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan pada Kamis, sedangkan sesi kedua akan berlangsung pada Sabtu, 5 April 2026, dengan total keseluruhan 648 wisudawan-wisudawati. (wahdi)