JAKARTA–Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Unru Baso atau yang akrab disapa Ubas, mengonfirmasi pembebasan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditangkap oleh tentara Israel saat berlayar membawa bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza.
Kelompok ini diketahui sempat diculik dan mengalami penyiksaan saat berupaya menembus blokade di perairan internasional.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, termasuk keterangan Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, serta Steering Committee Global Sumud Flotilla sekaligus Koordinator Dewan Pengarah Global Peace Convoy, Maimon Herawati, kesembilan WNI tersebut kini sudah bebas.
Mereka saat ini telah diterbangkan ke Turki untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, sebelum nantinya dipulangkan kembali ke Indonesia. Menurut Ubas, pernyataan tersebut memiliki kredibilitas tinggi dan dapat dipercaya.
Kesembilan WNI yang ditahan itu tergabung dalam misi kemanusiaan dan media yang dikoordinir GPCI, dengan rincian nama dan penugasan sebagai berikut:
1. Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
2. Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
3. Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat) – Kapal Josef
4. Asad Aras Muhammad (GPCI – Spirit of Aqso) – Kapal Kasr-1
5. Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171) – Kapal Kasr-1
6. Bambang Noroyono (Republika) – Kapal BoraLize
7. Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) – Kapal Ozgurluk
8. Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) – Kapal Ozgurluk
9. Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) – Kapal Ozgurluk
Ubas yang juga mewakili Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan 3 ini menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan langkah diplomasi yang ditempuh Menteri Luar Negeri Sugiono beserta jajarannya.
Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Pelindungan WNI disebut telah bekerja serius dan optimis, menjajaki seluruh kanal diplomatik melalui KBRI serta KJRI Istanbul, serta menjalin komunikasi intensif dengan otoritas dan mitra internasional demi memastikan keselamatan dan percepatan pembebasan seluruh WNI.
“Kita harus mengapresiasi kerja keras dan diplomasi yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, beserta pemerintah Indonesia yang secara serius menjajaki seluruh kanal diplomatik demi keselamatan mereka,” tegas Ubas.
Selain itu, Ubas juga menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terputus dari keluarga besar salah satu korban, Andi Angga Prasadewa, kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas perhatian dan instruksi cepat yang diberikan pemerintah.
“Keluarga juga menyampaikan harapan agar Andi Angga dan rekan-rekannya dapat segera mendarat di tanah air dalam keadaan sehat, selamat, dan tanpa kekurangan suatu apapun,” tutupnya. (wahdi)

