Anggota TNI Asal Walmas Tewas Ditembak Separatis Papua

39071
Serda Yusdin bersama istri Wakil Bupati Luwu, Elnita Pakolo, saat dilantik beberapa waktu lalu.
Serda Yusdin bersama istri Wakil Bupati Luwu, Elnita Pakolo, saat dilantik beberapa waktu lalu.

PAPUA – Kontak senjata antara anggota TNI dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Nduga kembali terjadi Kamis (7/3/2019) siang. Beredar informasi, sudah tiga anggota TNI penugasan Papua Nanggala yang tewas.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, baku tembak terjadi di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua pada pukul 12.20 WIT. Kabar itu pertama kali disampaikan petugas piket Hub Makodim 1702/JWY, Distrik Wamena, Kab. Jayawijaya, yang mendapat informasi dari Pos Distrik Mbua (Bravo 3) yang terhubung dengan Pos Yigi (Bravo 4) terkait adanya kontak tembak antara Tim Satgas Nanggala 19 dengan kelompok KKSB Nduga.

Lokasi kontak tembak tepatnya pada titik CO. 0330-3181. Dalam kontak tembak tersebut satu anggota dari tim Nanggala 19 terkena luka tembak di bagian perut.

Sementara itu, dilaporkan pula total sudah tiga anggota TNI gugur di daerah penugasan Papua Naggala ketika mereka di kepung oleh 50 KKSB.

Mereka adalah Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin dan Serda Siswanto Bayu Aji. Salah satu korban, Serda Yusdin diketahui warga Desa Pongko, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Dia adalah anggota Komando Pasukan Khusus (Kopasus). Salah satu pasukan elit milik TNI AD.

Keluarga Serda Yusdin yang dihubungi, membenarkan anggota keluarganya yang bertugas di Nduga tewas tertembak KKSB.

“Tadi siang kami baru saja mendapat kabar duka dari Papua. Keponakan kami, Serda Yusdin meninggal setelah ditembak pemberontak di sana,” kata Samsir Dumang yang juga Kepala Desa Pongko. (adn)