WALMAS–Andarias Tandung atau Rias mengaku membunuh wanita agen BRILink bernama Ririn (31) di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan cara memukulnya menggunakan batu. Palaku mengaku memukul korban 3 kali pada bagian kepala.
Pengakun tersebut diungkapkan Rias saat diinterogasi oleh pihak kepolisian Manado, Sulawesi Utara (Sultra). Rias menuturkan, awalnya pusing lantaran ditanya oleh istrinya terkait proyek pekerjaan lemari.
“Jadi waktu itu istri saya mau pulang dari kampung bertanya bagaimana itu barang (lemari) itumi saya pusing,” ucap Rias.
Rias mengungkapkan, dirinya saat itu memiliki 5 proyek pengerjaan lemari yang telah di DP oleh costumernya. Sayangnya, Rias telah menghabiskan uang tersebut.
Pusing akan hal itu, Rias kemudian berpikiran kabur untuk meninggalkan rumahnya di Kelurahan Bulo, Kecamatan Walenrang, Luwu menuju Kota Palopo. Namun, saat diperjalanan, korban tiba-tiba melihat sebuah BRILink yang hanya dijaga oleh seorang wanita dan terlintas niat pencurian.
“Rencana saya mau saja melarikan diri ke Palopo, tidak mau pulang ke rumah dulu. Pas saya lewat di BRILink situ terpikiran karena saya lihat dia sendiri, perempuan itu sendiri jaga,” ungkapnya.
Andarias kemudian memutar balik kendaraannnya menuju BRILink. Dia kemudian, mencoba masuk melewati pintu belakang. “Karena jalannya dari belakang saya rencana cuma mau ambil brangkasnya saja terus lari tapi karena baru satu langkah masuk dia sudah lihat saya langsung berteriak, makanya saya cepat ambil itu batu saya pegang baru saya pukul 3 kali,” bebernya.
Andarias mengaku, memukul korban pada bagian kepala. Tambahnya, pelaku kemudian membawa kabur brangkas tersebut. “Iya (saya) ambil brangkas 13 juta lebih, rencananya dipakai bayar utang dengan beli bahan (lemari),” ucapnya.
Andarias menjelaskan, dirinya kemudian pulang ke rumah membawa brangkas tersebut. Tambahnya, ia kemudian memilih kabur ke Manado usai melihat dirinya viral di media sosial.
“Langsung lari kerumah dulu satu malam, nanti siang jam 11 lewat karena di Facebook sudah ada foto saya dipajang, saya langsung lari pakai motor,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, pelaku perampokan dan pembunuhan wanita agen bank di Kabupaten Luwu bernama Andarias Tandung mengaku melancarkan aksinya gegera terlilit utang pengerjaan lemari. Dia menyebut beberapa orang telah membayar uang muka pemesanan lemari namun uangnya habis dibelanjakan.
“Karena banyak utang, utang-utang DP lemarinya orang sudah ada yang 5 lemari, mau dibikinkan, sudah tidak ada uang,” kata Andarias dalam video interogasi polisi, Selasa (3/2/2026). (wahdi)

