MEMAKNAI momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat akses layanan keuangan yang inklusif hingga ke pelosok negeri. Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas manfaat layanan perbankan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, sejalan dengan tema peringatan tahun ini, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Direktur Operations BRI Hakim Putratama mengatakan, perluasan akses layanan perbankan menjadi bagian dari komitmen BRI dalam mendukung kelancaran aktivitas transaksi keuangan masyarakat di berbagai wilayah.

“BRI terus berupaya menghadirkan layanan yang mudah diakses, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Langkah ini sekaligus memperkuat sinergi BRI dan Danantara dalam mendorong transformasi layanan yang semakin berorientasi pada masyarakat. Salah satunya melalui program CX100 yang berfokus pada peningkatan customer experience melalui kualitas layanan yang semakin dekat, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Hakim.

Hal tersebut disampaikan Hakim saat kunjungan kerja dalam rangka pendampingan Danantara di Rantepao, Kabupaten Toraja Utara. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Chief Marketing Officer Danantara Dendi T. Danianto serta jajaran mantri BRI dari Branch Office Rantepao.

Pada kesempatan itu, Hakim juga berdiskusi dengan salah seorang mantri BRI Unit Bolu, Branch Office Rantepao, Elce Putri Bontong. Elce selama ini aktif membuka akses layanan perbankan bagi masyarakat hingga ke wilayah terpencil di Desa Karre Pananian, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara.

Setiap hari, Elce menempuh perjalanan menuju desa-desa terpencil. Baginya, tugas tersebut bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi nyata dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kondisi medan yang terjal dan menantang tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap memberikan layanan keuangan kepada masyarakat.

Wilayah yang dilayani Elce berjarak sekitar 35 kilometer dari kantor unit BRI. Meski jaraknya tidak terlalu jauh, perjalanan menuju desa harus melewati jalan pegunungan dengan kondisi medan yang cukup sulit.

Mayoritas nasabah Elce merupakan petani dan peternak, termasuk peternak babi dan kerbau. Layanan yang diberikan meliputi tabungan hingga pembiayaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menambah modal dan mengembangkan usaha.

“Kalau nasabah di desa kebanyakan petani dan peternak, seperti peternak babi dan kerbau. Layanan keuangan yang saya berikan biasanya pinjaman dan tabungan. Kalau pinjaman biasanya digunakan untuk menambah modal, misalnya membeli indukan, penggemukan, dan kebutuhan lainnya untuk mengembangkan usaha,” jelas Elce.

Bagi Elce, kepuasan terbesar dalam menjalankan tugasnya adalah ketika melihat usaha para nasabah berkembang setelah mendapatkan akses pembiayaan dari BRI.

“Tentunya saya merasa bangga. Kalau awalnya melihat nasabah yang mungkin baru punya ternak satu atau dua, lalu setahun kemudian bertemu lagi dan ternaknya sudah menjadi 100 setelah mendapatkan pinjaman modal dari BRI, saya merasa ikut senang karena bisa membantu mereka. Meskipun itu bukan uang saya, tetapi ada rasa bahagia tersendiri bisa membantu menggerakkan perekonomian masyarakat. Itu yang membuat saya bangga,” ungkapnya.

Pengalaman Elce menjadi salah satu gambaran nyata komitmen BRI dalam menghadirkan layanan keuangan bagi masyarakat hingga ke wilayah terpencil. Melalui pemahaman terhadap karakter usaha, potensi wilayah, serta kebutuhan finansial nasabah, para pemasar BRI, khususnya mantri, tidak hanya berperan dalam menyalurkan pembiayaan, tetapi juga menjadi financial advisor yang mendampingi pertumbuhan usaha nasabah sejak tahap awal hingga berkembang.

Hakim mengatakan, nilai-nilai budaya kerja yang positif terus ditanamkan BRI kepada seluruh pekerja untuk membangun komitmen dan dedikasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Ini merupakan bukti nyata kontribusi perempuan dalam mendorong ekonomi kerakyatan. Kisah Elce juga menegaskan bahwa perempuan tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” tegas Hakim . (ikhlas)